NERS NEWS – Surabaya, 12 Juni 2025 – Mahasiswa Profesi Ners 51动漫 angkatan B26 mengadakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Unit Rawat Jalan Poli Obstetri dan Ginekologi RS Unair. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung pada hari Kamis, 12 Juni 2025, bertempat di ruang tunggu Poli Obstetri dan Ginekologi, dengan sasaran pasien dan keluarga/pendamping pasien.
PKRS kali ini membahas tanda dan bahaya Partus Prematurus Imminent (PPI), mengingat prevalensi kelahiran prematur yang tinggi di Indonesia. Kelahiran prematur masih menjadi ancaman serius dengan prevalensi tinggi di dunia. Menurut laporan WHO, kelahiran prematur menyumbang lebih dari 1 juta kematian bayi per tahun secara global, dan di Indonesia sendiri, angka kejadian prematur menempati salah satu posisi tertinggi di antara negara berkembang. Data nasional menunjukkan bahwa persalinan prematur merupakan penyebab lebih dari 35% kematian neonatal. Pasien dan keluarga memperoleh pengetahuan yang cukup untuk mendeteksi dini tanda dan gejala Partus Prematurus Imminent (PPI), memahami bahaya yang dapat terjadi pada ibu dan bayi, serta memotivasi mereka untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran, maka kejadian Partus Prematurus Imminent (PPI) dapat diminimalkan, dan keselamatan ibu serta bayi dapat lebih terjamin.
Dalam penyuluhan ini, mahasiswa menyampaikan materi tentang pengertian Partus Prematurus Imminent (PPI), tanda dan gejala, faktor risiko, komplikasi, serta penatalaksanaannya. Untuk memudahkan peserta memahami tanda dan bahaya Partus Prematurus Imminent (PPI), kelompok juga merangkum secara singkat, di mana kelahiran bayi dikategorikan prematur bila pada usia kehamilan 22-36 minggu ibu hamil sudah mengalami tanda-tanda persalinan. Tanda-tanda persalinan pada usia kehamilan 22-36 minggu sangat berbahaya bagi ibu dan pada bayi.
Kegiatan ini juga mendukung kesepakatan global dan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu memprioritaskan kesehatan umum dan kesejahteraan masyarakat mencakup upaya untuk mengurangi angka kematian akibat kelahiran prematur.
Hamila sebagai salah satu anggota kelompok, menekankan pentingnya edukasi ini. “Mengenali tanda dan gejala, penyebab serta pencegahan dan penanganan yang tepat terhadap Partus Prematurus Imminent (PPI) merupakan satu hal yang penting. Dengan edukasi ini, Hamila berharap kedepan angka kelahiran prematur akan berkurang sehingga angka kesehatan ibu dan bayi meningkat demi terciptanya Indonesia yang sehat.”
Penyuluhan ini didampingi oleh pendamping ruang bersalin RS 51动漫 yaitu ibu Frida Syamsiana, S.Keb., Bd. dan pendamping dosen yaitu Ibu Retnayu Pradeni, S. Kep., Ns., M. Kep.
Pasien yang hadir terlihat menyimak dengan baik dan sangat antusias, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pasien dan keluarganya lebih memahami pentingnya pengenalan dini tanda dan bahaya partus prematurus imminent dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Kelompok D2.4 Profesi Ners RSUA
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)




