51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Ners Unair Gelar PKRS di RSUA, Edukasi Perawatan Bayi Prematur di Rumah

NERS NEWS – Surabaya, 04 Juli 2025 – Mahasiswa profesi Ners 51动漫 angkatan A2021 bersama B26 mengadakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Rumah Sakit 51动漫 (RSUA). Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung pada hari Jumat, 04 Juli 2025, bertempat di Ruang Tunggu Keluarga Pasien NICU/ PICU, dengan sasaran keluarga atau pendamping pasien.

PKRS kali ini membahas upaya perawatan bayi prematur di rumah, mengingat prevalensi bayi prematur yang masih tinggi di Indonesia. Bayi prematur masih menjadi ancaman serius dengan prevalensi tinggi di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan pada 2020 terdapat 13,4 juta bayi lahir prematur di dunia, atau sekitar lebih dari 1 dari setiap 10 bayi yang lahir. WHO juga mencatat sekitar 900 ribu anak meninggal pada 2019 karena komplikasi akibat kelahiran prematur. Di sisi lain, Riset Kesehatan Dasar 2018 menyatakan prevalensi kelahiran prematur di Indonesia mencapai 29,5 per 1.000 kelahiran hidup. Indonesia menduduki peringkat kelima tertinggi di dunia dengan sekitar 657.700 kasus kelahiran prematur per tahun (Kemenkes RI, 2019).

Bayi prematur boleh keluar dari rumah sakit jika sudah mendapatkan beratnya kembali dan bisa minum ASI/Sufor cukup, menunjukkan kemampuan untuk mengendalikan suhu tubuhnya dalam suhu ruangan yang normal dan bebas dari penyakit. Sebagian besar bayi dipulangkan jika beratnya sudah mencapai 1600 sampai 1800 dan menunjukkan peningkatan berat yang tetap. Untuk melakukan perawatan lanjutan di rumah, ibu harus yakin bahwa dia terlatih untuk memberi asupan ASI kepada bayinya, tahu bagaimana menjaga lingkungan sekitarnya dalam keadaan aseptik dan mempelajari cara dan perlengkapan untuk menjaga bayi tetap hangat. Di rumah hendaknya ibu berusaha agar bayinya tidak disentuh oleh yang menjenguknya mengingat bayi prematur rentan terhadap infeksi.

Dalam penyuluhan ini, mahasiswa menyampaikan materi tentang pengertian bayi prematur, klasifikasi, penyebab, tanda dan gejala, komplikasi, serta penatalaksanaannya. Untuk memudahkan peserta memahami cara merawat bayi prematur di rumah kelompok juga merangkum langkah-langkah perawatan yaitu:

  1. Pemberian ASI
  2. Kangaroo Mother Care
  3. Menjaga suhu tubuh
  4. Kebersihan dan Pencegahan infeksi
  5. Pantau gejala bahaya: Sulit menyusu, demam, dan napas cepat

Kegiatan ini juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia. Salah satu targetnya adalah menurunkan angka kematian akibat kelahiran prematur.

Arsy sebagai salah satu anggota kelompok, menekankan pentingnya edukasi ini. “Penting bagi kita untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur, memantau kesehatannya, termasuk menjaga dari infeksi. Ke depannya, mereka harus bisa bersaing dengan anak lainnya sehingga kita perlu menjaga kualitas hidupnya, saat kini dan nanti. Dengan edukasi ini, kami keluarganya bisa lebih sadar untuk melakukan perawatan pada bayi prematur dengan lebih teliti dan benar” ujarnya.

Penyuluhan ini didampingi oleh pendamping klinik Ruang NICU/PICU yaitu, Diah Sukmawati, S.Kep., Ns. dan pendamping dosen yaitu Ibu Praba Diyan Rachmawati, S. Kep., Ns., M. Kep.

Keluarga yang hadir terlihat menyimak dengan baik dan sangat antusias, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan keluarga lebih memahami pentingnya perawatan bayi prematur di rumah dengan benar.

 

Penulis : Wahyuni Suprini
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT