51动漫

51动漫 Official Website

Menjaring Solusi Bersama: Focus Group Discussion (FGD) Permasalahan Komunitas RW 2 Kedung Cowek, Surabaya

NERS NEWS — Surabaya, 1 September 2025 — Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini dilaksanakan dengan melibatkan perwakilan ibu-ibu RT 1, 2, 3, 4 RW 2 Kedung Cowek, Kec. Bulak, Kota Surabaya sebagai peserta aktif. FGD bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pada kelompok rentan di masyarakat, sekaligus menyusun intervensi yang dapat dilakukan bersama, baik dalam bentuk edukasi maupun demonstrasi. Program ini diperkenalkan dalam kegiatan Program Profesi 51动漫 pada Senin, 1 September 2025.

Diskusi dibagi berdasarkan kelompok sasaran, yaitu ibu hamil dan ibu menyusui balita, anak usia sekolah, remaja, serta lansia. Peserta mengemukakan bahwa masih ada ibu hamil yang kurang memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, gizi seimbang, dan tanda bahaya kehamilan. Untuk ibu menyusui, masalah yang muncul adalah pemberian ASI eksklusif yang belum optimal. Intervensi yang dapat dilakukan berupa edukasi gizi ibu hamil, demonstrasi teknik menyusui yang benar IMD, serta edukasi tanda bahaya kehamilan.

Di wilayah Kedung Cowek, sebagian besar balita sudah mendapatkan imunisasi vitamin A sesuai jadwal. Namun, berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi bersama masyarakat, masih ditemukan beberapa permasalahan kesehatan yang perlu menjadi perhatian. Permasalahan utama yang muncul meliputi keterlambatan pemberian imunisasi dasar lengkap, status gizi kurang, serta rendahnya kesadaran orang tua dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang pada anak. Keterlambatan imunisasi dasar dapat meningkatkan risiko anak terkena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Pada persentase kenakalan remaja di RW 02, ditemukan bahwa 74% remaja tidak melakukan kenakalan remaja, sedangkan sejumlah 26% remaja merokok. Kebiasaan merokok pada usia remaja dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik pada kesehatan fisik (seperti gangguan paru-paru, menurunnya kebugaran, dan risiko penyakit kronis di kemudian hari), maupun pada aspek sosial dan psikologis (pengaruh pergaulan, menurunnya konsentrasi belajar, serta risiko terjerumus pada perilaku negatif lainnya). Edukasi kesehatan mengenai bahaya rokok dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang menyajikan fakta ilmiah tentang dampak merokok terhadap kesehatan tubuh, prestasi belajar, dan masa depan remaja. Kegiatan positif dan kreatif bagi remaja, seperti pelatihan keterampilan, olahraga bersama, atau kegiatan seni budaya, sehingga remaja memiliki ruang untuk menyalurkan energi dan minatnya secara produktif.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di RW 02, diperoleh gambaran bahwa mayoritas lansia tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran lansia dalam melakukan deteksi dini terhadap penyakit masih rendah. Padahal, pada usia lanjut risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan gangguan sendi lebih besar terjadi. Tanpa pemeriksaan rutin, penyakit tersebut sering kali terlambat terdeteksi, sehingga berpotensi memperburuk kualitas hidup lansia. Intervensi yang dapat dilakukan yaitu edukasi pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, senam lansia bersama, dan keterlibatan kader kesehatan keluarga.

 

Penulis: Kelompok Kenjeran Gelombang 2 Profesi Keperawatan 51动漫
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)

AKSES CEPAT