51

51 Official Website

Mahasiswa Keperawatan Unair Selenggarakan Program SAYANG 2025 untuk Cegah Asma dan Iritasi Genital pada Anak

NERS NEWS — Surabaya — Upaya meningkatkan literasi kesehatan dasar terus menjadi perhatian, terutama terkait kesehatan anak usia dini. Melihat masih tingginya angka iritasi kulit dan kasus asma pada anak di masyarakat, mahasiswa51 (Unair) melaksanakan program edukasi bertajuk SAYANG 2025 (Sadar Akan Pentingnya Perawatan dan Pencegahan Penyakit Anak Sejak Dini) pada Sabtu, 22 November 2025, di Balai RW 7, Kelurahan Kupang Krajan, Surabaya.

Program ini dirancang melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL) yang tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik aplikasi langsung, diskusi dua arah, simulasi perawatan bayi, hingga observasi pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi atau anak usia dini serta anak-anak PAUD Kuncup Harapan yang turut dilibatkan melalui metode edukasi berbasis permainan.

Dalam sesi penyuluhan, peserta diperkenalkan prinsip dasar kebersihan genital bayi, termasuk cara membersihkan area popok dengan benar, menghindari penggunaan bedak tabur, memilih produk dengan formula lembut, serta memperhatikan arah pembersihan untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke saluran kemih. Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai tanda iritasi seperti kemerahan, pembengkakan, bau tidak normal, atau anak menjadi gelisah saat area genital disentuh. Pada sesi selanjutnya, peserta diajak mengenali tanda dan pemicu asma pada anak. Materi mencakup pentingnya menjaga kualitas udara dalam rumah, menghindari asap rokok, mengurangi paparan debu dan tungau, memilih ventilasi yang baik, serta mengenali kondisi lingkungan yang dapat memperburuk gejala.

Selama kegiatan berlangsung, suasana edukasi tampak hidup. Peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan perawatan anak di rumah. Demonstrasi menggunakan boneka peraga menjadi salah satu bagian paling menarik karena memberikan kesempatan langsung bagi peserta untuk mencoba praktik yang benar. Selain penyuluhan untuk orang tua, anak-anak yang hadir juga diberikan edukasi sesuai usia melalui media visual dan permainan sederhana untuk mengenalkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya perawatan berbasis pencegahan, bukan hanya pengobatan ketika anak sudah sakit. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran kesehatan anak semakin meningkat di tingkat keluarga dan lingkungan sekolah.

 

Penulis: Anggida Rika Febriyanti
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)

 

AKSES CEPAT