“ Prestasi luar biasa telah diraih oleh mahasiswa FKM Unair, Syadilla Rahmansyah (IKM 2019) dan Fathi Falah (IKM 2021) bersama anggota tim lainnya yang berasal dari berbagai prodi di 51¶¯Âþ. Rama dan Falah berhasil menyabet medali perak dalam ajang World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) yang diselenggarakan oleh International Young Scientist Association (IYSA) pada tanggal 1-4 Agustus 2023 secara online. Tidak hanya mahasiswa FKM Unair yang berkontribusi, tetapi salah satu dosen FKM
Unair Pun turut andil dalam keberhasilan tim tersebut. Ibu Inge Dhamanti, S.K.M., M.Kes, M.PH. PhD sebagai supervisor yang banyak berperan, salah satunya melakukan proofread
sehingga naskah yang telah disusun oleh tim dapat dikaji kembali agar sesuai dengan tata cara penulisan yang baik dan benar. Dalam ajang WSEEC tersebut, Rama bersama tim mengusung inovasi berupa revitalisasi kue Sagon melalui optimalisasi kulit pisang (Musa Paradisiaca) sebagai bahan penstabil bagi pengguna Pentylone. Pemilihan ide tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya kasus saat ini yang mencemari citra baik sagon. Sagon sendiri merupakan makanan tradisional dari Yogyakarta yang belakangan ini dikaitkan dengan kasus kriminal di Indonesia
karena disalahgunakan menjadi media penyelundupan obat terlarang. Oleh karena itu, konsep lah sebuah ide revitalisasi kue Sagon melalui optimalisasi kulit pisang dimana dalam kulit
pisang terkandung asam amino triptofan yang mampu menurunkan tingkat halusinasi dan depresi sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif rehabilitasi. Tidak hanya itu, kulit pisang
juga mengandung senyawa pektin yang bermanfaat bagi industri pangan untuk meningkatkan viskositas dan menstabilkan sistem emulsi. Dengan diusungnya inovasi tersebut, diharapkan
mampu membuka pandangan positif masyarakat terhadap makanan tradisional terutama Sagon.
œDengan demikian, potensi tersebut dapat memberikan citra positif terhadap makanan tradisional dan mendukung rehabilitasi pecandu narkoba, ungkap Rama. Anggota tim yang berasal dari berbagai prodi di 51¶¯Âþ tidak menghalangi tekad kuat Rama dan Falah untuk berprestasi hingga pada ajang Internasional. œKami dari 4 program studi yang berbeda-beda. Tentunya menurut kami sangat relevan karena menjadikan kami bisa berfikir dari banyak sudut, baik kesehatan, sosial, maupun science, ujar Rama. Tim Rama telah membuktikan bahwa dengan adanya kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu dapat menciptakan inovasi yang lebih komprehensif karena solusi yang dicanangkan bersumber dari berbagai perspektif.

Rama bersama timnya berhasil melewati proses yang cukup panjang dimulai dari pendaftaran yang menyertakan abstrak kemudian seleksi inovasi dan ketika dinyatakan lolos maka dapat mengirimkan ppt presentasi yang selanjutnya dipresentasikan kepada dewan juri di hari H. Selama mengikuti tahap seleksi tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa Rama dan tim dihadapkan oleh berbagai tantangan. œUntuk kesulitannya mungkin dari segi kesibukan para anggota tim, baik ada yang koas, profesi, magang, kerja, dll sehingga seluruh persiapan untuk lomba kami lakukan via zoom meeting dan memilih waktu dimana seluruh anggota bisa join. Biasanya sekitar jam setengah 10. Lalu kami baru bisa bertemu secara tatap muka pada saat hari H presentasi lomba, tutur Rama. Tidak hanya itu, Rama bersama anggota tim juga bertempat tinggal di daerah yang beragam sehingga hanya bisa berdiskusi secara online.
Meskipun persiapan yang dilakukan tergolong mendadak, akan tetapi tim Rama mampu menghadapi kompetisi dan mengatasi berbagai tantangan dengan baik. Persiapan yang dilakukan selama 3 minggu tersebut membuahkan hasil yang gemilang. œPersiapannya dilakukan secara mendadak. Alhamdulillah lombanya secara online jadi kita bisa mengatasi beberapa hal yang diminta sebelum kompetisi, seperti paper atau menyelesaikan bahan presentasi sebelum tenggat waktunya, ujar Rama. Rama mengungkapkan bahwa kunci sukses keberhasilannya bersama tim, yaitu saling memahami, percaya, dan kompak. Tidak hanya itu, Rama juga membagikan tips untuk menjaga semangat kerja sama dan motivasi antar anggota, œsaling percaya satu sama lain
bahwa semuanya memiliki kapasitas yang sama dan saling me-backup jika salah satu dari anggota tim berhalangan atau ada kendala. Prestasi gemilang yang diraih Rama dan timnya tidak hanya menjadi pencapaian yang membanggakan bagi 51¶¯Âþ, akan tetapi dapat menginspirasi mahasiswa Indonesia untuk dapat terus mengembangkan potensi dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Seperti yang diharapkan oleh Rama, œharapan kami yakni apa yang kami dapatkan saat ini semoga bisa menjadi contoh baik dan dapat diikuti oleh teman-teman lainnya. Rama memberi petuah kepada teman-teman, yaitu sebisa mungkin menemukan lingkungan dengan ambisi yang serupa atau memiliki satu tujuan yang sama sehingga dapat termotivasi untuk
memperjuangkan keinginan hingga terwujud.
Penulis: Zerlinda Amelia Ariska Putri




