Pada tanggal 3 April 2023 hingga 26 Mei 2023, dr. Antonius Yansen Suryadarma, Ayu Pangestuti S.KM, Saatdatul Sarah Maharani S,Keb, Surma Elisa Manihuruk S.KM, Kristoforus Samson S.Kep, Assaye Girma Mengistu, Dhea Regita Sastika Putri S.Keb, dr. Ainindya Pasca Rachmadiani merupakan mahasiswa Program Studi 51¶¯Âþ yang telah mengikuti œLawa Model Online Course, Applying One Health to Solve Community Health Issues sebagai bagian dari kegiatan International Student Outbound.
Lawa model adalah suatu program pengendalian infeksi liver fluke (cacing hati) pada manusia menggunakan pendekatan One Health / EcoHealth di daerah Danau Lawa, Provinsi Khon Kaen, Thailand. Daerah ini merupakan area endemik dari infeksi liver fluke spesies Opisthorchis viverrini. Infeksi akibat O.viverrini ini menyebabkan berbagai komplikasi pada liver dan saluran empedu, antara lain inflamasi kronis, batu empedu, periductal fibrosis hingga dapat menyebabkan cholangiocarcinoma, suatu kanker liver yang fatal. Siklus hidup yang kompleks dari spesies ini (melibatkan siput, ikan, hewan peliharaan, dan manusia) menyebabkan pengendaliannya sangat sulit dilakukan. Selain itu, perilaku masyarakat setempat yang menyebabkan transmisi dari liver fluke, misalnya mengkonsumsi ikan mentah dan open defecation, tentunya tidak bisa dengan mudah dipaksakan untuk berubah dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan pendekatan lintas sektoral yang berkelanjutan untuk dapat mengatasi permasalahan ini.

Pendekatan One Health adalah pendekatan terintegrasi yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan yang berkelanjutan dan mengoptimalkan kesehatan manusia, hewan, serta eksosistem. Pendekatan ini meliputi banyak sektor, interdisiplin, dan melibatkan komunitas pada berbagai level untuk bekerja bersama-sama mengatasi masalah kesehatan dan ekosistem. Pendekatan One Health inilah yang mampu mengatasi masalah infeksi liver fluke pada manusia di sekitar Danau Lawa, sehingga terbentuklah Lawa Model. Lawa Model sudah sukses dijalankan selama lebih dari 10 tahun. Strategi yang dilakukan antara lain dengan pemberian obat anthelmintic, edukasi intensif baik di komunitas maupun di sekolah, serta monitoring ekosistem dengan partisipasi aktif masyarakat. Program ini mampu menurunkan laju infeksi liver fluke pada manusia dari 60% menjadi kurang dari 10%, di area sekitar Danau Lawa. Lawa Model ini sudah mendapat pengakuan baik pada level nasional maupun internasional. WHO (World Health Organization) bahkan merekomendasikan pendekatan Lawa Model untuk mengatasi masalah infeksi liver fluke pada manusia di region Pasifik Barat.
Lawa Model Online Course ini diselenggarakan oleh Tropical Disease Research Center (TDRC) Universitas Khon Kaen, Thailand dan SEAOHUN (Southeast One Health University Network) dengan dukungan dana dari Chevron. Proyek ini bertujuan untuk mempromosikan pendekatan interdisipliner dan intersektoral, baik level lokal maupun global, untuk memecahkan masalah kesehatan yang kompleks menggunakan prototipe pendekatan Lawa Model One Health. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, peserta mampu menggunakan pendekatan One Health untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat di komunitasnya masing-masing.
Format pelatihan ini adalah modul yang diakses secara online, mandiri, berbasis studi kasus, dan memiliki sistem penilaian (kuis) di setiap modul. Terdapat 9 modul yang tidak hanya membahas mengenai pendekatan One Health dan pengendalian infeksi liver fluke, namun juga aplikasi One Health pada berbagai masalah kesehatan misalnya resistensi antimikroba, rabies, avian influenza, hingga COVID-19. Selain itu, juga diadakan sesi live discussion melalui zoom meeting pada tanggal 19 April 2023 bersama para pakar Lawa Model, untuk membahas berbagai isu mengenai pendekatan One Health di berbagai komunitas lokal peserta yang berasal dari berbagai negara. Sehingga, pengalaman peserta dalam mengikuti pelatihan ini tidak terbatas hanya pada Lawa Model saja, namun juga aplikasi pendekatan One Health pada berbagai kasus masalah kesehatan masyarakat baik di level komunitas lokal maupun global.




