Pada tanggal 1 Mei 2023 hingga 15 Mei 2023, Muh. Arfah, S.KM merupakan mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku 51¶¯Âþ yang telah mengikuti œPengabdi Muda Nusantara yang selanjutnya disingkat DIMTARA.
Program DIMTARA yang diprakarsai oleh Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA), Program ini bertujuan untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman para pemuda melalui layanan yang berarti bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan.
Pengabdi DIMTARA ini dilakukan oleh para pemuda perwakilan seluruh Indonesia dengan latar belakang keilmuan yang berbeda dan nantinya akan melakukan pengabdian di komunitas Suku Bajo, Desa Mola Nelayan Bakti, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Suku Bajo, Wakatobi, merupakan komunitas suku Bajo terbesar di Asia Tenggara bahkan dunia. Suku Bajo terletak di bagian pulau Wangi-wangi, Wakatobi. Perkampungan Suku Bajo berada mengapung di atas laut, halaman rumahnya adalah lautan yang luas, transportasinya adalah perahu sehingga warga kampung tersebut kehidupannya juga bergantung pada hasil laut. Suku Bajo ini memiliki kebiasaan yang cukup unik yaitu orang-orang Suku Bajo asli bisa menyelam di atas rata-rata tanpa kacamata renang sekalipun. Mereka bisa bertahan dalam waktu yang relatif lama untuk seorang penyelam tanpa alat, yakni 13 menit dan bisa menyelam sampai kedalaman 70 meter. Yang menarik lagi dari Suku Bajo, Wakatobi, ia juga menjadi salah satu inspirasi dari Film Avatar 2. Namun, di balik keanekaragaman dan keindahan yang dimiliki, banyak tantangan dan permasalahan yang ada di Wakatobi.
Bupati Wakatobi H. Haliana menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementrian Agama karena Kabupaten Wakatobi dijadikan sebagai tempat pengabdian oleh Tim DIMTARA CSSMORA. Kegiatan ini berkolaborasi dengan beberapa komunitas, salah satunya Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Wakatobi.
Muh. Arfah, S.KM selaku Fasilitator Bidang Kesehatan turut andil dalam menjawab permasalahan kesehatan masyarakat yang ada dikomunitas suku bajo diantaranya ;
¢ Pemberdyaan pada kelompok nelayan suku bajo dalam mewujudkan perilaku penggunaan alat pelindung diri
¢ PROTECTOR (Program deteksi dini dan cegah penyakit oleh Remaja) sebagai upaya peningkatan partisipasi remaja dalam posbindu PTM
¢ Dental & Oral Health Screening dalam kegiatan ini Muh. Arfah, S.KM berperang sebagai Promotor Kesehatan dalam Edukasi Kesehatan gigi dan mulut
¢ Pembinaan Madrasah Sehat, Merupakan Program Arahan dari Kementrian Agama RI Untuk Jadikan PHBS Sebagai Karakter Ponpes
¢ Edukasi Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) Kepada Remaja Suku Bajo, Program ini merupakan Arahan dari Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Wakatobi Bersama Tim Penggerak PPK Wakatobi.




