FKM NEWS – Selasa, 28 Februari sebanyak 20 mahasiswa Magister Kesehatan Lingkungan Angkatan 2022 melakukan kegiatan kunjungan lapangan ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat. Mahasiswa dalam melakukan kegiatan kunjungan lapangan didampingi oleh satu dosen yaitu Ibu Dr. R. Azizah, SH. M.Kes. Kunjungan lapangan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas mahasiswa Magister Kesehatan Lingkungan dengan belajar langsung kepada instansi terkait yang berkaitan dengan mata kuliah yang ada di kampus, untuk kunjungan lapangan ini berkaitan dengan Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Kegiatan kunjungan ini dilakukan sekaligus kita mendukung program pemerintah yaitu praktisi mengajar agar mahasiswa dapat mendapatkan informasi langsung terkait praktek atau ilmu yang ada di dunia kerja.
Rombongan mahasiswa disambut dengan baik oleh beberapa staff yang ada di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat. Sebelum memulai proses pembelajaran disampaikan sambutan terlebih dahulu oleh Ibu R. Azizah, SH., M.Kes selaku dosen dan KPS S2 Kesehatan Lingkungan serta sambutan oleh Bapak Hary dari pihak BMKG Pusat. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi oleh pihak BKMG Pusat yaitu Bapak Hary, Bapak Albert, dan Bapak Siswanto dan kegiatan diskusi antara Mahasiswa dan Pemateri.
Beberapa poin penting dalam materi yang dipaparkan yaitu:
- Bapak Hary
- Cuaca merupakan kumpulan iklim
- Parameter untuk mengetahui iklim adalah dengan menggunakan suhu,
kelembaban, etc.
- Kaitannya dengan Kesehatan lingkungan:
– Perubahan iklim dan klimatologi
– Kualitas udara
– Green building
– DBD
- Bapak Albert
- Gas rumah kaca
– Kondisi atmosfer secara global dan respon yang terjadi di atmosfer tersebut
– Sejak tahun 2008 di Sulawesi Tengah dan Papua
– Parameter yang digunakan adalah CO, CO2, Metan, O2
- Polutan karbondioksida
– Sharing dengan kemenlhk
– Dampak polutan udara terhadap iklim
– BMKG melakukan monitoring pada pm 2,5
- Partikulat SPM (Standart Partikulat Meter)
– Sampling
– Debu yang dikumpulkan pada parameter
– Dilakukan oleh BMKG Daerah
– Dilakukan 6 hari sekali selama 24 jam
- pH air hujan
– Sampling
- Laboratorium BMKG Sudah Certified ISO 27005
- Pemanfaatan data CEWS dalam peringatan dini penyakit
Climate Early Warning System (CEWS) adalah produk BMKG yang menyediakan
informasi untuk 10 hari, sebulan, 3 bulan dan satu musim kedepan. Teknologi ini
dapat dimanfaatkan bahkan untuk peringatan dini penyakit berbasis lingkungan,
seperti di Jakarta, sudah ada peringatan dini penyakit Demam Berdarah Dengue
(DBD) dengan pemanfaatan teknologi CEWS ini. Semoga kedepannya tidak hanya
di Jakarta, seluruh daerah di Indonesia dapat berkolaborasi dengan BMKG daerah
untuk peringatan dini dan mitigasi terhadap dampak buruk iklim ekstrim terhadap
sektor kesehatan. Semoga tidak hanya DBD, banyak penyakit berbasis lingkungan
lainnya yang sangat dipengaruhi oleh iklim ekstrim dalam penyebarannya.
- Bapak Siswanto
- Dampak lingkungan :
– Vector Kesehatan
– Vector bencana
– Apabila info basic dipadukan dengan lingkungan, maka akan memberikan
warning terhadap lingkungan
– Penyajian analitis untuk melihat pembakaran dan prediksi
– Potensi energi surya merupakan data radiasi matahari
Setelah pemberian materi dilanjutkan dengan sesi diskusi, mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Sesi diskusi ini berlangsung dengan aktif antara mahasiswa, pemateri dan dosen pembimbing. Setelah sesi diskusi berakhir kegiatan kunjungan lapangan ditutup oleh ibu Dr. R. Azizah, SH. M.Kes dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.




