51动漫

51动漫 Official Website

PENANGANAN TEPAT UNTUK PENGIDAP TALASEMIA

Talasemia merupakan kelainan darah bawaan yang ditandai dengan kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh kurang dari normal. Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat 51动漫 mengadakan kuliah tamu dengan mengundang Ts. Dr. Wan Ismahanisa Ismail dari Universiti Teknologi MARA, Kampus Bertam, Malaysia dengan tujuan dapat meningkatkan ilmu mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik terkait dengan talasemia. Kuliah tamu ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 Oktober 2022 yang bertajuk 淭reatment of Thalassemia dan dilaksanakan secara daring.


Talasemia dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe alpha dan beta. Pada alpha talasemia terdiri dari silent carrier, trait (minor), HbH disease (itntermediate), dan Hb Bart檚 (Mayor). Sedangkan pada beta talasemia terdiri dari trait (minor), intermedia, cooley檚 anemia (major). Seseorang yang mengalami Talasemia dapat dilihat berdasarkan fitur klinis, hasil investigasi laboratorium, dan skrining anggota keluarga. Adapun tujuan dilakukan investigasi atau pemeriksaan yaitu konfirmasi diagnosis, mengetahui penyebab anemia, menilai komplikasi, dan menentukan pengelolaan lebih lanjut.


Untuk mencegah terjadinya talasemia, maka perlu dilakukan pemeriksaan awal yaitu dengan pemeriksaan darah lengkap, analisis HB secara lengkap, serum ferritin, fenotip sel darah merah, analisis DNA, memeriksa fungsi hati, skrining infeksi, dan pemeriksaan HLA. Untuk perawatan atau pengobatan talasemia dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti transfusi darah rutin dan iron chelation therapy yang terdiri dari DFO (Desferrioxamine), DFP (Deferiprone), dan DFX (Deferasirox).

Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan peserta yang hadir terkait thalassemia. Selain itu juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin ketiga yaitu tentang kesehatan dan kesejahteraan untuk seluruh insan di dunia. Pengetahuan yang diberikan terkait penyebab terjadinya talasemia dapat meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini.

Penulis : Bian Shabri Putri Irwanto, S.KM., M.KKK.

AKSES CEPAT