FKM NEWS – Selasa, 21 Februari 2023 Mahasiswa angkatan 2022 melaksanakan kunjungan lapangan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya selain Mahasiswa angkatan 2022 yang hadir secara offline disediakan pula fasilitas secara online bagi mahasiswa angkatan lainnya yang ingin mendengarkan pemaparan materi dari pihak DLH Kota Surabaya. Dalam kunjungan lapangan ini mahasiswa didampingi Ibu Dr. R. Azizah, SH. M.Kes. Kunjungan lapangan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas mahasiswa Magister Kesehatan Lingkungan dengan belajar langsung kepada instansi terkait yang berkaitan dengan mata kuliah yang ada di kampus, untuk kunjungan lapangan ini berkaitan dengan mata kuliah Pengantar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Rombongan mahasiswa disambut dengan baik oleh pihak DLH Kota Surabaya dan pemaparan materi disampaikan oleh Ibu Andhini Kusumawardani, ST dari pihak DLH Kota Surabaya. Dalam pemaparannya ibu Andhini menyampaikan terkait dengan perkembangan kebijakan AMDAL yang ada di Indonesia mulai dari tahun 1982 yaitu Undang-undang No 4 Tahun 1982 hingga pada peraturan di tahun 2021 yaitu Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021.
Selain itu dijelaskan juga terkait dengan sistem perizinan dengan menggunakan OSS akan tetapi menurut beliau OSS ini perlu untuk dikembangkan karena masih memiliki beberapa kelemahan. Sistem OSS ini akan digunakan oleh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, administrator KEK, badan pengusahaan KPBPB dan pelaku usaha. Selain OSS untuk pemerintah di Kota Surabaya juga menggunakan SSW. Penggunaan OSS dan SSW ini dijelaskan “Untuk Kegiatan Usaha dengan Risiko Menengah Rendah Sistem Informasi Lingkungan Hidup (SILIH/Amdalnet) sudah terintegrasi dengan OSS, sehingga Persetujuan Lingkungan sudah terbit otomatis tanpa melalui verifikasi DLH Kota Surabaya sedangkan untuk Kegiatan Usaha dengan Risiko Menengah Tinggi dan Tinggi belum terintegrasi dengan OSS (masih dalam proses koordinasi antara KLHK dengan BKPM ) sehingga pemrosesan Persetujuan Lingkungan masih melalui SSW”.(Pemaparan Ibu Andhini)




