– Mahasiswa peminatan Kesehatan lingkungan melakukan aksi merubah sampah organic menjadi kompos, Seiring perjalanan waktu produksi sampah yang dihasilkan masyarakat semakin besar. Sampah yang tidak dikelola dengan baik tentunya akan mendatangkan masalah bagi lingkungan. Namun sampah yang dikelola dan dimanfaatkan akan merubah masalah menjadi berkah.pengolahan sampah rumah tanga menjadi kompos mempunyai beberapa keuntungan dan tidak merepotkan. Jadi selain tidak menyebabkan bau, metode pengolahan sampah ini juga tidak membutuhkan biaya mahal, serta sangat mudah diaplikasikan. Metode keranjang takakura ini menggunakan keranjang sebagai wadah utama pembuatan komposnya. Beberapa bahan lainnya yang diperlukan adalah kardus bekas, dua kantong gabah, kompos dan tentunya seperangkat keranjang Takakura. Proses pengomposan menggunakan metode ini menggunakan 4 starter yaitu maggot, EM4, air tebu dan lindi dari sampah tersebut.
Berdasarkan SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik, menjelaskan bahwa persyaratan parameter yang telah ditetapkan adalah kompos yang sudah jadi atau matang harus memenuhi suhu kompos lebih besar dari 22°C, pH kompos sebesar berkisar antar 6,80 “ 7,40, kelembapan maksimal sebesar 50%, kompos yang dihasilkan berbau tanah, warna kompos menjadi kehitaman dan memiliki tekstur seperti tanah (BSN,2004).

Hasil dari pengomposan Takakura digunakan sebagai media tanam tomat dan cabe. Pada praktikum uji coba kompos Takakura, terdapat 3 (tiga) parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang. Sedangkan untuk variabelnya terdapat 4 (empat) jenis, yaitu menggunakan 100% kompos dengan berat sebanyak 500 gram, menggunakan 100% tanah dengan berat sebanyak 500 gram, menggunakan 50% kompos dan 50% tanah dengan berat masing-masing 250 gram, dan menggunakan 50% kompos dan 50% tanah dengan berat masing-masing 200 gram. Uji coba dilaksanakan selama 5 (lima) minggu, mulai dari 24 Maret 2023 sampai dengan 21 April 2023. Berdasarkan pengamatan pertumbuhan tanaman cabai, diketahui bahwa tanaman cabai yang menggunakan 100% tanah tanpa campuran kompos mengalami pertumbuhan tinggi tanaman di setiap minggunya, tetapi terjadi penurunan pada minggu ke-4 karena tanaman lama yang mati. Untuk jumlah daun pada tanaman cabai dengan 100% tanah tidak terlalu mengalami perkembangan, yaitu hanya berkisar antara 2 hingga 4 daun dalam 1 tanaman yang tumbuh, serta belum bercabang hingga minggu terakhir pengamatan. Adapun untuk tanaman cabai dengan campuran kompos jadi (50% tanah+50% kompos)mengalami pertumbuhan tinggi yang cukup pesat, dimulai dari minggu pertama 3 cm dan pada minggu terakhir setinggi 7,8 cm, jadi metode Takakura ini memang sangat mudah dilaksanakan dalam skala rumah tangga dan sederhana, sehingga bisa bermanfaat untuk mengurangi sampah organic dengan mengubah sampah menjadi berkah dan bermanfaat.
Penulis : Novi Dian Arfiani




