Surabaya, Indonesia “ Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 51¶¯Âþ terus mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan potensi diri hingga ke kancah global. Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, pada akhir bulan Juni, tepatnya tanggal 21 Juni 2025, FPK mengirimkan dua mahasiswa terbaiknya, yaitu Ferlani Zhara Zhafirah dari program studi Ilmu Teknologi Kelautan (ITK) dan Dini Amelya Putri dari Teknologi Hasil Perikanan (THP), untuk mengikuti kegiatan Summer School di Silpakorn University, Thailand.
Kegiatan yang berlangsung selama seminggu penuh, dari tanggal 22 hingga 28 Juni 2025, ini merupakan program prestisius yang diikuti oleh total 50 peserta dari 14 perguruan tinggi di berbagai negara. Para delegasi tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari China, Korea Selatan, Taiwan, Kamboja, Filipina, dan Malaysia. Ferlani dan Dini terpilih menjadi perwakilan FPK Unair melalui proses seleksi yang meliputi tahap wawancara.
Summer School tahun ini berfokus pada topik Animal Science, dengan penekanan khusus pada perkembangannya di Thailand. Para peserta mendapatkan wawasan mendalam melalui serangkaian materi yang mencakup mikrobiologi dan eksistensi serangga. Pemahaman teoritis ini kemudian diimplementasikan dalam praktik langsung di laboratorium. Salah satu sesi praktik yang menarik adalah uji pakan ternak. Mahasiswa diajarkan bagaimana komposisi pakan yang berbeda dapat memengaruhi pertumbuhan ternak. Ini memberikan pemahaman konkret mengenai korelasi antara formulasi pakan dan hasil akhir yang diperoleh, sebuah ilmu yang sangat relevan dengan disiplin ilmu perikanan dan kelautan. Pengenalan mengenai hasil alam seperti buah khas daerah dan diversifikasinya juga turut dikenalkan dalam rangkaian acara yang dilakukan.
Pengalaman belajar tidak terbatas di dalam kampus. Para delegasi juga diajak untuk melakukan kunjungan lapangan yang memperkaya wawasan mereka. Kunjungan pertama adalah ke perkebunan kelapa sawit. Di sana, mereka mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai pemanfaatan seluruh bagian dari pohon sawit, menunjukkan pentingnya konsep keberlanjutan dan minimisasi limbah dalam industri. Selanjutnya, rombongan mengunjungi area tumbuhan bakau di Sirindhorn International Environmental Park. Sesi ini menyoroti peran vital hutan bakau dalam ekosistem, tidak hanya sebagai pelindung garis pantai, tetapi juga sebagai habitat penting bagi berbagai jenis kehidupan dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran budaya. Mahasiswa dari berbagai negara saling berinteraksi, belajar bahasa dasar, dan bertukar cerita mengenai keunikan budaya masing-masing. Terungkap bahwa partisipan dari Asia Tenggara memiliki banyak kesamaan budaya, menciptakan suasana keakraban yang hangat, berbeda dengan partisipan dari wilayah Asia lainnya.
Keikutsertaan Ferlani dan Dini dalam Summer School ini menjadi bukti nyata komitmen FPK Unair untuk memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswanya. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu baru dan wawasan global, tetapi juga membangun jaringan relasi yang luas dan berharga, yang akan menjadi bekal penting untuk masa depan mereka di dunia profesional.




