Kegiatan Desain Produk FPC merupakan salah satu program kerja dari Fisheries Processing Club (FPC) Kabinet Adibrata 2025 yang berfokus pada pengembangan kreativitas anggota dalam menciptakan desain kemasan, materi promosi, serta identitas visual produk olahan hasil perikanan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anggota untuk berlatih berpikir kreatif, memperdalam keterampilan desain, dan berkontribusi dalam memperkuat citra organisasi melalui karya visual yang menarik dan informatif. Kegiatan dilaksanakan secara daring selama satu periode kepengurusan, dimulai sejak bulan Februari 2025. Pada tahap awal, tim melakukan perencanaan dan pembagian tugas sesuai dengan bidang kemampuan masing-masing anggota. Proses dilanjutkan dengan pembuatan konsep desain untuk beberapa produk unggulan FPC, seperti Udang Keju, Udang Rambutan, Fish Cookies, dan Sambal Cumi. Setiap desain disusun dengan memperhatikan unsur warna, tipografi, tata letak, dan kesesuaian dengan karakter produk agar tetap selaras dengan identitas visual FPC.
Selain pembuatan desain kemasan, tim Desain Produk juga menghasilkan berbagai media promosi digital seperti poster, katalog, dan konten untuk media sosial resmi FPC. Konten tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk-produk FPC kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat citra organisasi sebagai wadah mahasiswa yang aktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Hasil lainnya adalah penyusunan buku resep inovasi olahan perikanan yang berisi kumpulan ide dan kreasi anggota. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi referensi bagi anggota FPC dalam mengembangkan produk-produk baru di masa mendatang. Selain itu, tim juga melakukan pengambilan foto dan video produk untuk mendukung strategi pemasaran digital FPC agar tampilan promosi menjadi lebih menarik dan profesional.
Selama pelaksanaan kegiatan, anggota divisi memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran baru, terutama dalam hal kolaborasi, pengelolaan waktu, serta penerapan prinsip desain yang baik. Beberapa kendala sempat dihadapi, seperti revisi desain yang memerlukan waktu tambahan dan koordinasi antaranggota yang perlu disesuaikan dengan jadwal masing-masing. Namun, seluruh tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan baik berkat komunikasi yang efektif dan semangat kerja sama dari seluruh anggota divisi.




