Berita FPK.
Dusun Kepetingan di Desa Sawohan, Kabupaten Sidoarjo, bukanlah tempat yang sering menjadi sorotan. Terletak jauh dari pusat kota, dusun ini lebih dikenal sebagai kampung nelayan dengan kehidupan yang sederhana. Namun, tahun ini, sekelompok mahasiswa hadir dengan ide segar yang berpotensi mengubah ekonomi lokal. Mereka membawa program Fishery Education yang di prakarsai oleh HIMA Teknologi Hasil Perikanan yang bertujuan untuk mengangkat potensi lokal melalui inovasi dalam pengolahan ikan bandeng.
Pada awal pelaksanaan Fishery Education, HIMATEKHIKAN langsung fokus pada satu hal yang menjadi urat nadi ekonomi warga Dusun Kepetingan: perikanan. Warga dusun ini sebagian besar mengandalkan tangkapan ikan sebagai sumber utama pendapatan. Namun, pasar yang jenuh dan harga yang fluktuatif seringkali membuat penghasilan mereka tak menentu. Melihat masalah ini, kami melihat peluang untuk menciptakan nilai tambah dengan cara yang tidak biasa mengolah ikan bandeng menjadi cookies.
Cookies ikan bandeng? Ide ini mungkin terdengar aneh di telinga orang kebanyakan, tetapi bagi warga Dusun Kepetingan, ini bisa menjadi titik balik. Dengan bimbingan dari HIMATEKHIKAN FPK UNAIR, warga dilatih untuk mengolah ikan bandeng menjadi produk yang lebih tahan lama dan memiliki daya jual lebih tinggi. Pelatihan intensif diberikan, mulai dari proses fillet, penggilingan, hingga pembuatan adonan cookies yang kaya gizi. Tidak berhenti di situ, mereka juga diajari cara mengemas dan memasarkan produk tersebut agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui pelatihan ini, kami bukan hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga membuka peluang baru bagi warga. Kami ingin Dusun Kepetingan dikenal bukan hanya sebagai desa pelosok, tetapi juga inovator produk makanan dari ikan bandeng, ujar lisa selaku ketua pelaksana Fishery Education. Program ini memang bukan solusi instan, tetapi dengan kerja keras dan ketekunan, kami yakin bahwa perubahan ekonomi bisa terjadi.
Namun, seperti halnya program pengembangan masyarakat lainnya, tantangan tetap ada. Kendala dalam distribusi, pasokan bahan baku, dan kesiapan warga dalam mempertahankan kualitas produk adalah beberapa hal yang masih perlu diatasi. Tapi bagi HIMATEKHIKAN, ini semua adalah bagian dari proses panjang menuju kemandirian ekonomi masyarakat Dusun Kepetingan.
Di akhir kegiatan, HIMATEKHIKAN telah menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, potensi lokal bisa diberdayakan untuk kesejahteraan masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga harapan bagi warga Dusun Kepetingan. HIMATEKHIKAN, dengan segala tantangannya, telah menjadi bukti bahwa inovasi bisa muncul dari tempat yang tak terduga, bahkan dari sebuah dusun kecil di tepi Sidoarjo.




