FPK 12 Januari 2026-Prestasi Mahasiswa
Inovasi mikroalga FPK UNAIR kembali mencetak prestasi gemilang melalui Tim Algavolt pada ajang internasional IPITEX 2026 di Thailand. Secara spesifik, tim mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 51动漫 ini sukses membawa pulang medali perunggu (Bronze Medal). National Research Council of Thailand (NRCT) menyelenggarakan kompetisi ini di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC) pada 4-9 Januari 2026. Selain itu, capaian ini membuktikan kualitas riset bioteknologi perikanan kita di mata dunia.
Tim Algavolt terdiri dari Andini Carolina, Farrel Bhanu, Andhika Hartawan, Ishak Vransisco, Dionisius, Yosia Darren, dan Adrian W. Oleh karena itu, keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi inovator muda lainnya.
Inovasi Mikroalga FPK UNAIR untuk Kota Cerdas
Tim Algavolt merancang karya bertajuk 淎 Bio Intelligent Facade Integrating Microalgae and IoT for Energy Independent Smart Cities. In essence, mereka menggabungkan bioteknologi akuatik dengan sistem Internet of Things (IoT). Panel fasad ini menggunakan mikroalga untuk menyerap emisi karbon sekaligus menghasilkan energi bersih. Oleh karena itu, inovasi mikroalga FPK UNAIR ini menjadi solusi konkret bagi pembangunan kota mandiri energi yang berkelanjutan sesuai standar .
Selanjutnya, integrasi IoT memungkinkan pemantauan biomassa secara otomatis dan real-time. Sebagai hasilnya, efisiensi penyerapan polusi tetap terjaga pada level tertinggi. Oleh sebab itu, riset ini menunjukkan bahwa sektor perikanan memiliki peran krusial dalam mendukung infrastruktur hijau masa depan melalui teknologi digital.
Perjuangan Tim Algavolt di Kancah Global
Perjalanan meraih medali tidaklah mudah karena tim harus bersaing dengan 1.036 peserta dari 24 negara. Pertama, para mahasiswa harus menjaga stan inovasi mereka selama empat hari penuh. Mereka menjelaskan keunggulan teknologi Algavolt kepada para juri internasional secara detail. Namun, tim tetap konsisten memaparkan keunggulan teknologi ini meski menghadapi persaingan yang sangat ketat.
Akhirnya, pada hari kelima, juri menobatkan mereka sebagai pemenang dalam kategori Green Technology. Andini Carolina menyatakan bahwa ajang ini memotivasi mereka untuk terus kritis dalam menciptakan manfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, ia merasa bangga karena dunia internasional mengakui riset mahasiswa Indonesia.
Kontribusi FPK UNAIR terhadap Agenda SDGs
Keberhasilan ini selaras dengan komitmen fakultas terhadap SDG 13 (Climate Action). Hal ini terjadi karena penggunaan mikroalga mampu mengurangi emisi karbon di perkotaan secara signifikan. Selain itu, proyek ini mendukung SDG 14 (Life Below Water) melalui pemanfaatan biota akuatik secara cerdas.
Di sisi lain, aspek efisiensi energi ini berpotensi mendukung SDG 1 (No Poverty) dan SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan biomassa masa depan. Terakhir, kolaborasi ini memperkuat SDG 17 (Partnerships for The Goals) melalui jaringan riset global. Oleh karena itu, universitas terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kompetisi internasional guna memperluas dampak ilmiah.
Kunjungi halaman untuk melihat prestasi lainnya yangmenjadi basis riset bioteknologi ini.




