Melanjutkan pembahasan pada Part 1, Rapat Kerja BEM FPK UNAIR 2026 Kabinet Nalendra juga menjadi ruang strategis bagi Presiden dan Wakil Presiden BEM untuk menegaskan arah kepemimpinan organisasi. Presiden BEM FPK UNAIR 2026, Dimas Ananda Prasetyo, bersama Wakil Presiden Ahmad Fadhil Damarmanah, menekankan pentingnya rencana aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam isu kemaritiman dan lingkungan pesisir.
Dalam forum tersebut, keduanya menyampaikan bahwa program kerja yang telah dirumuskan harus mampu menjawab tantangan aktual di masyarakat. Edukasi lingkungan pesisir, kampanye konservasi laut, serta pemberdayaan masyarakat lokal menjadi poin utama dalam diskusi dan penyusunan rencana aksi. Melalui pendekatan berbasis solusi, BEM FPK UNAIR berkomitmen memperkenalkan identitas fakultas sebagai institusi yang peduli dan responsif terhadap dinamika sektor kelautan dan perikanan.
Arah Strategis dan Implementasi Program
Rencana aksi yang dirumuskan tidak hanya berfokus pada kegiatan internal mahasiswa, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan masyarakat pesisir, sekolah menengah, serta mitra eksternal. Langkah ini sejalan dengan SDGs 17 (Partnerships for the Goals), yang menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
Edukasi lingkungan pesisir yang dirancang akan mendukung peningkatan kesadaran terhadap perubahan iklim dan konservasi sumber daya laut, sehingga relevan dengan SDGs 13 (Climate Action) dan SDGs 14 (Life Below Water). Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pendampingan di sektor perikanan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi komunitas (SDGs 1 “ No Poverty) serta ketahanan pangan berbasis hasil perikanan (SDGs 2 “ Zero Hunger).
Manfaat dan Dampak Jangka Panjang
Melalui Rapat Kerja ini, seluruh fungsionaris BEM memperoleh arah yang jelas mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing kementerian. Perencanaan yang sistematis diharapkan mampu menghasilkan implementasi program yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak luas.
Secara kelembagaan, kegiatan ini memperkuat citra FPK UNAIR sebagai fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga aktif dalam pengabdian masyarakat. Untuk mengetahui berbagai kegiatan pengabdian dan riset FPK UNAIR lainnya, pembaca dapat mengunjungi halaman Pengabdian kepada Masyarakat dan Riset FPK UNAIR.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kabinet Nalendra 2026 optimis dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan sektor kemaritiman Indonesia.




