Surabaya “ Kerja sama antara Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), 51¶¯Âþ (UNAIR) dan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK), Universitas Bangka Belitung (UBB) mulai membuahkan hasil konkret. Salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan penelitian bersama mengenai ikan endemik air tawar di Pulau Bangka.Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T. dari FPK UNAIR bersama Ahmad Fahrul Syarif, S.Pi., M.Si., dosen di FPPK UBB. Fokus penelitian ini adalah identifikasi, karakterisasi, dan konservasi jenis-jenis ikan lokal yang hanya ditemukan di perairan tawar Pulau Bangka.Dr. Sapto menjelaskan bahwa Pulau Bangka memiliki keanekaragaman hayati perairan tawar yang tinggi, namun masih minim eksplorasi ilmiah. Hal ini mendorong perlunya kajian lebih lanjut agar potensi hayati tersebut dapat dikenali dan dilestarikan.œBanyak spesies ikan air tawar di Bangka yang belum terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi tersebut sekaligus mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati lokal sekaligus upaya konservasi dan mendukung capaian SDGs ke 14 tentang kehidupan dibawah air, ujarnya.
photo: Kegiatan survey tentang habitat dan koleksi sampel ikan-ikan endemik Bangka
Sementara itu, Ahmad Fahrul Syarif menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat riset-riset lokal di daerah. Menurutnya, keberadaan spesies endemik harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dalam kebijakan pelestarian lingkungan.œKami berharap hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan strategi konservasi dan edukasi masyarakat lokal terkait pentingnya menjaga ekosistem perairan tawar, jelas Ahmad.Penelitian ini juga menjadi bagian dari implementasi nyata kerja sama yang telah disepakati antara UNAIR dan UBB dalam bidang tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain penguatan aspek keilmuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya program-program kolaboratif lain antar kedua institusi.
œIni baru langkah awal. Ke depan, kami berharap akan lebih banyak kolaborasi seperti ini, baik dalam bentuk penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, maupun program pengabdian di masyarakat pesisir dan pedalaman, tambah Dr. Sapto.Dengan sinergi yang dibangun antara FPK UNAIR dan FPPK UBB, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas akademik dan menciptakan dampak nyata bagi pelestarian sumber daya perikanan di Indonesia.




