Malaysia “ Puncak dari program PKL internasional mahasiswa Akuakultur UNAIR di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) adalah ketika teori dan praktik dipadukan menjadi karya nyata. Mahasiswa berhasil mengolah ilmu yang didapat menjadi produk inovatif: bioplastik ramah lingkungan berbahan dasar makroalga.
Dari Laboratorium ke Produk Nyata
Setelah mempelajari teori, riset, dan eksplorasi lapangan, mahasiswa diajak mengembangkan hasil pembelajaran menjadi sebuah produk terapan. Pilihannya jatuh pada makroalga, salah satu sumber daya hayati laut yang melimpah.
Melalui proses ilmiah, makroalga dimanfaatkan menjadi bioplastik, alternatif pengganti plastik konvensional yang selama ini menjadi penyumbang utama pencemaran laut.
œKami merasa bangga bisa menghasilkan sesuatu yang konkret. Bioplastik ini tidak hanya inovatif, tetapi juga membawa pesan penting tentang keberlanjutan, ungkap Lintang Fitrasasi.
Inovasi yang Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
Kreasi bioplastik dari makroalga ini tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin terkait lingkungan berkelanjutan dan inovasi industri ramah lingkungan.
Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman bahwa ilmu yang dipelajari dapat langsung memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Komitmen FPK UNAIR dalam Internasionalisasi
Program PKL internasional ini menjadi bukti nyata bahwa FPK UNAIR terus berkomitmen dalam mengembangkan kerja sama akademik lintas negara. Ke depan, peluang kolaborasi serupa diharapkan semakin terbuka luas bagi mahasiswa lain, sehingga internasionalisasi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya.




