Enam mahasiswa program studi Akuakultur angkatan 2022 dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 51动漫 (UNAIR), yaitu Tirsa Ruthdita Puspita Sari, Mercia Meixi, Lintang Fitrasasi Maharani, Edo Rizky Pratama Rajagukguk, Ahmad Hasrum, dan Arka Samsul Dzakiy berkesempatan mengikuti Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Luar Negeri di Fakulti Sains dan Teknologi (FST), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga terjun langsung dalam pembelajaran lapangan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Intertidal Night Walk (INW) pada Jumat, 05 September 2025, di Teluk Gorek, Endau, Mersing, Johor, Malaysia. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan untuk memahami ekosistem pesisir pada zona intertidal, khususnya aktivitas organisme laut yang muncul pada malam hari ketika air laut surut. Kegiatan dimulai pada pukul 20.00 hingga 22.00 waktu setempat dengan melibatkan dosen pembimbing lapang, asisten laboratorium, serta mahasiswa peserta PKL.
Peserta melakukan pengamatan langsung di area pantai yang terbuka akibat surut malam hari, menggunakan senter kepala dan kamera dokumentasi untuk merekam biota yang ditemukan. Selain itu, peserta juga membawa ember kecil sebagai wadah sementara untuk mengamati biota laut yang berhasil dikumpulkan, sebelum kemudian dilepaskan kembali ke habitatnya. Sepanjang jalur pantai yang dilalui, rombongan berjalan sambil melakukan observasi pada substrat pasir, batu, dan genangan air kecil yang terbentuk akibat surut. Dari hasil pengamatan tersebut, ditemukan cukup banyak kepiting dengan berbagai ukuran yang aktif bergerak di antara batu karang. Seluruh aktivitas pengamatan direkap dalam catatan lapangan serta dilengkapi dengan dokumentasi foto untuk mendukung penyusunan laporan kegiatan PKL.
Terdapat beberapa biota laut yang ditemukan, antara lain anemon laut, kepiting, bintang laut, scorpion fish, sea cucumber, cowrie (siput laut), mudskipper, serta berbagai jenis alga laut. Selain itu, dilakukan eksplorasi terumbu karang di sekitar pantai yang memperlihatkan keanekaragaman bentuk dan warna karang. Jenis-jenis anemon yang ditemukan juga bervariasi, dengan warna hijau, ungu, dan biru yang menarik perhatian. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati di zona intertidal, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai peranan ekologi setiap organisme. Hasil pengamatan akan digunakan sebagai bahan laporan PKL serta dasar kajian ekosistem laut pesisir. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, serta didukung antusiasme peserta.




