51动漫

51动漫 Official Website

Pengembangan Softskill Mahasiswa, Fokus Utama Monev PKL Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR

Pada hari Senin, 19 Agustus 2024, Fakultas Perikanan dan Kelautan 51动漫 (UNAIR) mengirimkan tim yang dipimpin oleh Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T., bersama dengan Heru Pramono, Ph.D., dan dua staf lainnya, Agus Adianto dan Bastomi Fahriszal, untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap mahasiswa yang sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Grahamakmur Ciptapratama (GMCP). Kunjungan ini bukan hanya bertujuan untuk mengevaluasi kinerja mahasiswa, tetapi juga untuk menekankan pentingnya pengembangan softskill dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Softskill atau keterampilan non-teknis, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan, semakin diakui sebagai komponen penting yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi. Meskipun pengetahuan akademik dan keterampilan teknis tetap menjadi fondasi utama, softskill merupakan elemen yang membedakan seorang individu di tempat kerja, terutama dalam menghadapi situasi yang kompleks dan dinamis.

Dalam kunjungan tersebut, tim dari UNAIR disambut oleh pihak manajemen PT GMCP yang terdiri dari Zulis Mufidah, Plant Manager, Ika Agustin, Head of Quality Assurance, dan Selvi Anggraeni, Head of Human Resource and General Affair. Pada pertemuan ini, mereka membahas kinerja mahasiswa UNAIR yang sedang menjalani PKL dan bagaimana mereka telah mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampus ke dalam praktek kerja di lapangan.

Pihak PT GMCP memberikan apresiasi terhadap mahasiswa UNAIR, terutama dalam hal keaktifan dan keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan di perusahaan. Zulis Mufidah menyatakan bahwa mahasiswa UNAIR menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja yang nyata. 淜ami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UNAIR di sini. Mereka tidak hanya menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga menunjukkan inisiatif untuk terlibat dalam berbagai proyek yang sedang berlangsung. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga ingin memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan, jelas Zulis.

Namun, dalam pertemuan tersebut, pihak PT GMCP juga memberikan masukan terkait pengembangan softskill mahasiswa. Menurut Ika Agustin, meskipun mahasiswa UNAIR memiliki dasar akademik yang kuat, ada beberapa aspek softskill yang perlu ditingkatkan. 淜ami melihat potensi besar pada mahasiswa UNAIR, terutama dalam hal penerapan ilmu yang mereka peroleh di kampus. Namun, untuk menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan, softskill seperti kemampuan berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, dan mengambil inisiatif sangatlah penting. Kami berharap UNAIR dapat lebih menekankan pengembangan softskill ini dalam kurikulumnya, tambah Ika.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Eng. Sapto Andriyono menyatakan bahwa UNAIR akan terus berupaya untuk mengintegrasikan pengembangan softskill dalam kurikulum dan program pendidikannya. Menurutnya, softskill bukan hanya pelengkap, tetapi elemen kunci yang harus dimiliki oleh setiap lulusan. 淜ami menyadari bahwa dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar pengetahuan teknis. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program yang dapat meningkatkan softskill mahasiswa, baik melalui kegiatan di dalam maupun di luar kampus. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pengalaman langsung di industri, seperti melalui program PKL ini, ungkap Dr. Sapto.

Mahasiswa yang sedang menjalani PKL di PT GMCP juga diberikan kesempatan untuk berbicara dan berbagi pengalaman mereka selama mengikuti program ini. Mereka mengungkapkan bahwa pengalaman bekerja di PT GMCP memberikan banyak pelajaran berharga, terutama dalam hal beradaptasi dengan lingkungan kerja yang profesional. 淒i sini, kami belajar banyak tentang bagaimana cara bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan rekan kerja, dan mengelola waktu dengan baik. Ini adalah pengalaman yang sangat berbeda dengan apa yang kami pelajari di kelas, tetapi sangat penting untuk mempersiapkan kami menghadapi dunia kerja, ujar salah satu mahasiswa.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi refleksi bagi Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswanya. Dengan adanya masukan langsung dari industri, UNAIR dapat lebih memahami kebutuhan pasar dan mempersiapkan lulusannya agar siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai penutup, Heru Pramono, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kualitas lulusan. 淜ami percaya bahwa sinergi antara dunia akademik dan industri sangat penting untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat kerjasama dengan mitra-mitra industri dan melakukan monitoring serta evaluasi secara berkala, tutup Heru.

AKSES CEPAT