ÌýAI in PhotographyÌý
oleh Dosen Prodi TRKB
- Ìý Ìý Ìý Definisi Artificial Intelligence/ Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan adalah bidang ilmu komputer yang fokus pada simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia, seperti pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengenalan pola.
ÌýÌý Ìý ÌýÌýApa itu AI dalam Fotografi?
Dalam bidang fotografi, Kecerdasan Buatan digunakan untuk segala hal mulai dari memilih objek hingga memilih prasetel, mulai dari mencari fokus hingga mengoptimalkan pengaturan kamera agar sesuai dengan pemandangan dan adegan yang ingin di tangkap.
Karena AI dapat melakukan banyak hal rumit jauh lebih cepat daripada yang kita (manusia) bisa, maka AI dalam fotografi juga mengarah pada revolusi dalam bidang fotografi olahraga dan alam liar karena kemampuan AI untuk melacak subjek yang bergerak cepat dan menjaganya tetap fokus.
- Ìý Ìý Ìý Bagaimana AI Dapat Meningkatkan Fotografi Anda?
Kecerdasan Buatan memberikan sentuhan baru pada proses pemotretan dan pengeditan dengan menyederhanakan beberapa bagian penting, seperti fokus otomatis (autofocus (AF)), kedalaman ruang fokus (Depth of Field (DoF)), rasio wajah dan badan (face-ism ratio).
Untuk tugas yang sifatnya repetitif, AI dapat membantu fotografer pasca produksi sehingga pekerjaan dapat selesai lebih cepat. Misalnya, pengeditan gambar (image editing), peningkatan/perbaikan kualitas gambar (image enhancing), perbaikan distorsi visual pada gambar yang terlihat (noise reduction), peningkatan resolusi gambar JPEG (upscaling), dan mengubah tone warna (color grading).
Dengan adanya AI, pekerjaan kompleks seorang fotografer dapat dilakukan lebih cepat dan efisien karena AI secara otomatis mengurangi kesalahan fotografer secara signifikan. Keuntungan lainnya, fotografer mempunyai lebih banyak waktu untuk eksperimen.Ìý
- Ìý Photo Editing with AI
ÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌý 3 Kamera berteknologi AI:
–Ìý Ìý Ìý Ìý Arsenal
Arsenal adalah teknologi AI yang terhubung ke kamera dan membantu menangkap pemandangan menggunakan database foto. Misalnya, fotografer mengarahkan kamera ke tempat tertentu, dan Arsenal akan mencari ke databasenya untuk menemukan gambar yang serupa.
Ìý
–Ìý Ìý Ìý Ìý Olympus E-M1X
Olympus E-M1X menyertakan fitur yang dapat mengenali subjek atau item dalam bingkai (frame) sebelum fotografer mengambil gambar. Selain itu, kamera berteknologi AI ini juga mampu merespons fitur Live photos dari Apple.
Ìý
–Ìý Ìý Ìý Ìý Google Clips
Google Clips adalah kamera analog pertama yang sepenuhnya dikendalikan oleh teknologi Kecerdasan Buatan. Kamera ini memiliki kemampuan belajar untuk mengenali orang-orang yang penting bagi fotografer dan mengambil momen terbaik untuk diabadikan.
Ìý
ÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌýÌý 3 Editing Software berteknologi AI:

–Ìý Ìý Ìý Ìý Luminar AI
Luminar AI adalah salah satu perangkat lunak pengeditan gambar (image editing tools) berteknologi AI paling populer dengan tersedianya fitur pengeditan lanskap dan potret. Fotografer dapat membuat perubahan komposit menggunakan Atmosphere dan Augmented Sky, serta memilih berbagai nuansa (moods) untuk foto-foto yang ingin diedit. Untuk orang-orang yang tercapture dalam gambar, fotografer dapat memberikan sentuhan makeup serta memperbaiki wajah dan kulit untuk memberikan hasil foto yang lebih cantik.
Ìý
–Ìý Ìý Ìý Ìý Photoshop
Adobe’s Photoshop adalah editing software kaya fitur berteknologi Kecerdasan Buatan dengan teknologi terbaik. Tersedianya Neural Filters yang memungkinkan fotografer menyesuaikan usia seseorang, ekspresi wajah, menampilkan emosi seperti senang, marah, terkejut dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga fitur Sky Replacement Tool, Content-Aware Fill, dan Face-Aware Liquify.Ìý
–Ìý Ìý Ìý Ìý
Topaz adalah perangkat lunak pengeditan gambar dengan teknologi AI. Topaz umumnya digunakan untuk sharpening, denoising, upscaling, serta menawarkan plugin untuk perangkat lunak pengedit gambar yang biasanya digunakan oleh fotografer sehari-hari.Ìý
- Ìý Ìý Ìý Bagaimana AI akan memengaruhi masa depan dunia fotografi?
Ìý
Dalam banyak hal, Kecerdasan Buatan tidak diragukan lagi menjadi penyelamat bagi fotografer karena memungkinkan alur kerja yang lebih efisien dan mudah dalam menghasilkan serta mengedit gambar.Ìý
Namun, dampak buruknya adalah jika fotografer terlalu mengandalkan AI, mereka berisiko tidak meningkatkan keterampilan mereka lagi.Ìý
Jalan keluar terbaik adalah dengan cerdas menggabungkan keahlian fotografer dengan aspek kamera dan mesin berteknologi AI saat pengambilan gambar untuk memastikan setiap bagian memberikan kontribusi terbaik yaitu hasil gambar yang luar biasa.(ytk/and)




