– Edric Boby Tri Raharjo, (11/07) lalu baru menuntaskan program short term 4 bulan di National University of Singapore (NUS), dalam program DiscoverNUS. #DiscoverNUS adalah program kerja sama antara kampus di Asia Tenggara dengan听(NUS). Program ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa untuk bersekolah di NUS.
Edric听menceritakan perjalanan roller coaster di kampus terbaik ke-3 ASIA (versi Times Higher Education Asia University Rankings 2025) ini, yang ia lewati dengan tidak mudah. Kondisi ini terjadi ketika Edric mengambil empat mata kuliah tingkat lanjut yang termasuk dalam kategori advanced modules di sistem mata kuliah NUS. Seperti Computer Vision; Natural Language Processing; Feature engineering for machine learning; Discrete Mathematics dan Computer Networks.

Namun mengambil matkul advanced ini ternyata melahirkan dua mata pisau. Pertama, mahasiswa asal Semarang ini mengorbankan fisik dan mental. Bahkan, Edric mengaku masuk ke jurang 渘eraka akademik. Tidur hanya 3 jam, dan sehari-hari mengerjakan tugas selama 12 jam. Namun pada sisi kedua, Edric menilai bahwa perjalanan pada #DiscoverNUS memperkaya aspek akademiknya secara signifikan. Mendapatkan perspektif luas dari jaringan mahasiswa yang ada di sana.
淢eskipun saya datang ke NUS dengan perasaan tidak yakin dan kewalahan, saya meninggalkannya dengan rasa ketahanan baru dan kekayaan pengetahuan yang akan saya bawa sepanjang hidup saya, jelas Edric.

Sebelum mendarat di Singapura, Edric memang berada di Korea untuk ikuti program IISMA di Hanyang University. Edric belajar tentang akademik, khususnya ilmu semiotika, riset eksakta serta pembedahan industri melalui data. Juga belajar tentang sosial budaya.




