Komitmen Zero Waste dan Nilai Ekonomis pada Jeruk Nipis di Desa Bolo, Ujung Pangkah, Gresik
FTMM NEWS – Minggu (19/02) dosen dan mahasiswa dari tiga program studi di , meliputi Prodi Rekayasa Nanoteknologi, Teknik Industri, dan Teknologi Sains Data melakukan pengabdian masyarakat Di Desa Bolo, Kec. Ujung Pangkah,. Kegiatan ini merupakan program zero waste, dimana limbah kulit jeruk dimanfaatkan sebagai bubuk, disebut sebagai Lime Powder, untuk bumbu memasak dan campuran minuman teh (infuse tea). Kegiatan menyasar 800 petani jeruk nipis dengan lahan jeruk sebesar 40 hektar lahan. Selain menerapkan zero waste, kegiatan yang dihadiri oleh ibu PKK ini, juga diberikan sosialisasi dan penyuluhan agar ibu PKK dan petani jeruk dapat memanfaatkan limbah kulit jeruk nipis sebagai bahan bumbu memasak dan teh yang dapat dijual menjadi UMKM desa tersebut.
Kegiatan ini berpusat di Balai Desa Bolo, dan dibuka oleh Kepala Desa Bolo. Dilanjutkan sosialisasi terkait kandungan gizi kulit jeruk oleh selaku ketua pelaksana. Lalu demonstrasi pembuatan kulit jeruk oleh dan . Pemberian materi bagaimana pemasaran yang baik dan inovasi produk dijelaskan oleh Dr. Chandrawati P. Wulandari dan Aisyah Dewi M., M.T, M.BA dari program studi Teknik Industri. Materi terakhir dari Dr. M. Ghani menjelaskan tentang digital marketing, sehingga ibu PKK dan petani jeruk dapat membuat produk dan juga memasarkan secara luas.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi sampah dan meningkatkan bisnis kecil di kalangan petani jeruk untuk menghasilkan pendapatan bagi warga lokal melalui pemanfaatan limbah kulit jeruk nipis. Dengan adanya penyuluhan ini, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan 3 program studi di FTMM mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) pada poin 8, yaitu Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin ke 12, yaitu 淜onsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Kulit jeruk mengandung senyawa aktif flavonoid. Golongan flavonoid tersebut merupakan senyawa yang mudah larut dalam air, terutama air panas, jelas Joko.
Tim FTMM menghibahkan sebuah alat pengering dehidrator dan mesin pencacah kepada warga. Diharapkan warga bisa menindaklanjuti hasil sosialisasi awal pengolahan kulit jeruk. Nantinya, program pengmas ini akan mendapatkan tindak lanjut dari lintas fakultas, termasuk Fakultas Farmasi.(ilm/and)
听




