51

51 Official Website

Melihat Perkembangan Pemakaian Nanomaterial 2D Biomedis

FTMM NEWS – Belakangan ini, penggunaan nanomaterial dua dimensi (2D) untuk aplikasi biomedis telah berkembang pesat. Nanomaterial adalah material yang memiliki struktur berdimensi sangat kecil yakni berkisar antara 1-100 nm. Satu nanometer (nm) sama dengan satu per milyar kali-nya 1 meter (1nm= 10-9m). Material 2D biasanya digunakan sebagai agen kontras untuk bioimage, obat, dan pengiriman panas dalam perawatan biomedis. Namun terdapat hambatan dalam pemanfaatan bahan 2D untuk manusia, karena masih berpotensi mengakibatkan keracunan, serta pembuatannya rumit. Di sisi lain, teknologi hijau dapat menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kekurangan penggunaan bahan 2D dalam aplikasi medis.

Dari gagasan tersebut, dosen dari Prodi Rekayasa Nanoteknologi menginisiasi penulisan artikel ilmiah dengan judul Crafting two-dimensional materials for contrast agents, drug, and heat delivery applications through green technologies. Dalam artikel ini, diulas berbagai solusi alternatif tentang teknologi biomedis bahan 2D melalui sudut pandang teknologi hijau, hambatan aplikasi 2D terkait bioteknologi dan biomedis, serta tantangan, solusi, dan prospek dari apa yang disebut materi 2D hijau atau green 2D materials.

Rencana penulisan paper dimulai dari bulan Oktober 2021 dan dipublikasi pada 9 Februari 2023. . Tahta selaku pengusul utama mengajak 5 mahasiswa Prodi RN yaitu Zuhra Mumtazah, Fayza Adila Putri, Diva Meisya Maulina Dewi, Agustina Oktafiani, dan Moch. Falah Putra Hani.

Awalnya kami mengajukan proposal kepada pihak 51 untuk mendapatkan pendanaan. Kemudian proyek ini dikerjakan dengan berkolaborasi bersama Dekan FTMM prof. Dwi dan juga penulis dari luar negeri yaitu Che Azurahanim Che Abdullah dari , dan Fasih Bintang Ilhami dari , ungkap Zuhra

Menurut Zuhra, dengan dipublikasikan artikel ilmiah ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi kolaborasi. Baik dalam wujud riset, akademik, maupun mengembangkan produk atau inovasi mutakhir bersama.

Lebih lanjut Zuhra beserta team memberikan beberapa tips dalam pembuatan artikel ilmiah ini.

Apa yang menjadikan proyek ini sukses adalah kolaborasi antar pihak terkait yang luar biasa. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, dibutuhkan keterampilan kolaborasi dalam menyusun artikel ilmiah yang inovatif. Hal inilah yang kami lakukan selama membuat artikel. Kolaborasi antar partner menjadi penting karena dapat memberikan ide sesuai dengan bidang masing-masing pungkasnya.(dhur/and)

Penulis: Dhurriah Zain Mahasiswi Prodi Rekayasa Nanoteknologi

 

AKSES CEPAT