SURABAYA揂DM WEB | (BRIN) mengunjungi pada Selasa (11/7/2023) bertempat di Ruang PBB Gedung C FISIP. BRIN sendiri mengirimkan tiga orang perwakilan dari Direktorat Kebijakan Publik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk berdiskusi dan mengkaji bersama sistem rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Indonesia.听
Think Tank Indonesia
淭ujuan kami mengunjungi FISIP adalah agar kami dapat berdiskusi mengenai kendala dan menerima aspirasi seputar rekrutmen CASN. BRIN sendiri sebagai think tank di Indonesia nantinya akan memberikan rekomendasi kepada PANRB agar rekrutmen CASN dapat diperbarui ke depannya, tutur Vincent, salah satu perwakilan BRIN.
Vincent berpendapat bahwa metode Computer Assisted Test (CAT) sudah berfungsi dengan baik, khususnya untuk transparansi seleksi. Bahkan, metode CAT pun mulai dipelajari dan ditiru negara lain untuk menyeleksi pegawai sipil mereka. Namun, Vincent dan tim menyadari bahwa pertanyaan yang diujikan saat tes seringkali tidak sesuai dengan formasi jabatan pelamar.
淧enelitian kami setidaknya memiliki tiga tujuan yang terdiri dari: (1) apakah CASN sudah menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan nasional, (2) apakah rekrutmen CASN saat ini sudah berhasil menjaring talenta terbaik, dan (3) negara mana yang sebaiknya Indonesia tiru dalam hal perekrutan aparatur sipil negara,” imbuh Vincent.
Saran dan Masukan
淭ujuan dari penelitian yang dibuat oleh Vincent dan tim hendaknya bisa menjadi rujukan lembaga, kementrian, dan lain sebagainya. Nah, kalau mau dijadikan sebagai rujukan, penelitian itu harus mengerucut atau membahas persoalan yang spesifik. Oleh karena itu, sebaiknya penelitian Vincent dan tim menggunakan clustering sebagai parameter fokus penelitian, ujar Gitadi Tegas Supramudyo, Drs., M.Si., dosen Administrasi Publik sekaligus perwakilan FISIP.
Gitadi juga menyampaikan pendapatnya terkait usulan formasi yang diajukan oleh pemda. Menurut Gitadi, seringkali formasi yang diajukan oleh pemda tidak memperhatikan pembangunan daerah terkait. Harapannya, hasil penelitian BRIN tidak hanya diimplementasikan di pusat, tetapi juga di daerah.
Minat Generasi Muda
淪aya sebagai dosen pernah bertanya kepada para mahasiswa mengenai minat kerja mereka. Mayoritas dari mereka lebih memilih untuk bekerja di BUMN maupun Multinational Corporation (MNC). Nah, ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana menarik minat generasi muda atau generasi Z menjadi aparatur sipil negara, terang Putu Aditya Ferdian Ariwantara, S.IP., M.KP., dosen Administrasi Publik.听
Selaras dengan pernyataan Vincent di awal, Putu juga berargumen bahwa soal-soal yang diujikan saat tes cenderung tidak sesuai dengan formasi jabatan pelamar. Oleh karena itu, Putu dan rekan-rekan dosen berharap agar soal-soal yang diujikan saat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dapat di-update menyesuaikan formasi jabatan pelamar.
淜ami juga berharap agar kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) lebih dioptimalkan. Jadi, P3K tidak terpusat di sektor pendidikan dan kesehatan saja. Lebih tepatnya, kuota P3K disesuaikan dengan kebutuhan daerah, misal pariwisata dan sebagainya. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan potensi daerah melalui aparat sipilnya, sambung Putu.
Artikel ini merefleksikan nilai SDGs ke-4 Quality Education dan ke-17 Partnerships for the Goals (AS).听




