SURABAYA – ADMIN WEB | FISIP UNAIR terus berupaya menjalin kerja sama dengan pihak eksternal. Pada Senin hingga Selasa (20-21/3/2023), perwakilan FISIP UNAIR yang terdiri dari dari Irfan Wahyudi S.Sos., M.Comms., PhD., Radityo Dharmaputra, S.Hub.Int., M.Hub.Int., RCEES, IntM., MA., dan Agastya Wardhana, S.Hub.Int., M.Hub.Int. melakukan kunjungan ke kedutaan Uni Eropa untuk Indonesia dan kantor pusat Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta.
Kunjungan ke kedutaan Uni Eropa ditujukan untuk berkoordinasi terkait rencana kunjungan duta besar Uni Eropa ke FISIP UNAIR yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Sementara itu, kunjungan ke kantor pusat FPCI dimaksudkan untuk memenuhi undangan dari pihak FPCI. Perwakilan FISIP UNAIR juga membahas draf memorandum of agreement (MoA) antara FISIP UNAIR dengan FPCI.
淜补尘颈 sowan ke kedutaan Uni Eropa buat membahas kerja sama ke depannya itu bagaimana. Kebetulan kami sudah launching pusat studi Eurasia. Nantinya, kami akan mendatangkan pihak dari Uni Eropa untuk menjadi dosen tamu di FISIP. Kalau sama FPCI itu rencananya pihak FISIP dan FPCI akan kolaborasi membahas soal middle power, papar Agas, salah satu perwakilan FISIP UNAIR yang ikut melakukan kunjungan.
Agas juga menerangkan bahwa adanya kerja sama antara FISIP dengan kedutaan Uni Eropa dapat membuka peluang untuk kolaborasi riset (grant) antara dosen FISIP dengan peneliti dari Uni Eropa. 淒i HI sendiri kan ada mata kuliah studi Eropa dan sebagainya. Nantinya, kami akan mengajak perwakilan Uni Eropa buat mengisi materi di matkul tersebut. Nanti pesertanya ya mahasiswa FISIP, nggak cuma anak HI saja imbuh Agas.
FISIP UNAIR sendiri berencana menyelenggarakan konferensi internasional yang mengundang kedutaan Uni Eropa sebagai tamu. Konferensi tersebut akan membahas mengenai masa depan perang Rusia-Ukraina dan stabilitas kawasan Eropa kedepannya. 淚ni sebagai langkah penerapan SDGs di FISIP UNAIR di mana FISIP punya komitmen kuat untuk menjalin kerja sama dengan institusi luar secara berkelanjutan, tutup Agas mengakhiri sesi wawancara.
Artikel ini merefleksikan nilai SDGs ke-16 Peace, Justice, and Strong Institution dan ke-17 Partnership for the Goals (AS).




