Surabaya Humas | Pada (01/12/2022), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 51 (FISIP UNAIR) mengadakan kuliah umum yang bertajuk Konfigurasi Geopolitik Global di Era Kontemporer. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Garuda Mukti, Kampus C, Surabaya dengan menghadirkan narasumber Andi Widjajanto, S. Sos., M.SC., PhD. selaku Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS) dan Joko Susanto, S.IP., M.Sc. sebagai moderator. Tercatat, agenda kuliah umum dihadiri lebih dari 600 peserta yang terdiri dari mahasiswa S1 FISIP UNAIR, termasuk para peserta Pertukaran Pelajar Nasional Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Secara umum, acara dibagi menjadi beberapa sesi penting antara lain, (1) pembuka berupa sambutan yang disamapaikan oleh Rektor UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak; (2) pemutaran lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga; (3) pemaparan materi; (4) sesi tanya jawab; (5) penyerahan sertifikat dan cindera mata; dan (6) penutup serta foto bersama.
Pada sesi pemaparan materi, Andi Widjajanto menjelaskan bahwa ditengah rivalitas great powers antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang terjadi hari ini. Terlebih, di sektor ekonomi dan teknologi. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi strategis untuk bertransformasi menjadi negara maju dengan catatan harus mampu memanfaatkan peluang bonus demografi di tahun 2045. Tahun 2028-2030 kemudian diprediksi sebagai periode dengan rasio ketergantungan penduduk yang rendah, sehingga generasi muda diharapkan terus meningkatkan kualitas dirinya.
Saat ini Indonesia adalah negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) ke-16 di dunia dan ke-5 di Asia. Namun, dalam 25 tahun kedepan, Jakarta diprediksi mampu menyalip posisi Seoul yang menduduki urutan ke-4. Oleh sebab itu, Andi menegaskan bahwa peran generasi muda menjadi penting untuk ditindaklanjuti agar mereka menjadi salah satu pemimpin besar dunia. Tercatat, terdapat empat bidang krusial yang akan dikembangkan dalam proses trasformasi Indonesia, yaitu (1) teknologi digital; (2) ekonomi hijau berkelanjutan; (3) ekonomi biru berkelanjutan; dan (4) games changer: pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Bagaimana pemerintah, masyarakat, dan individu selanjutnya bekerja sama untuk membangun negeri dengan memanfaatkan bonus demografi 2045 itu sendiri, di tengah keadaan geopolitik global yang semakin kompleks. Termasuk akibat situasi pasca-COVID-19, Invasi Rusia terhadap Ukraina, hingga fenomena-fenomena tak terduga lainnya. Andi menyampaikan bahwa Saya menitipkan kepada mahasiswa terkait transformasi Indonesia ke depan. Terlebih, di tiga bidang utama yang saya jelaskan tadi (teknologi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru) karena merekalah yang akan menjadi andalan kita supaya Indonesia betul-betul memiliki bonus demografi yang maksimal di tahun 2045 ke atas, ungkap beliau menjelaskan.
Selain itu, Andi juga menyampaikan kesan terkait penyelenggaraan kuliah umum hari ini dan posibilitas kerjasama yang terjalin antara FISIP UNAIR dan LEMHANAS dalam waktu dekat. Pertama, dari segi pemilihan tema kuliah tamu sesuai dengan kondisi terkini yang dihadapi oleh Indonesia dan global. Kedua, dari sisi ketertarikan dan sikap kritis mahasiswa tadi juga terasa melalui pertanyaan-pertanyaan yang mereka sampaikan. Mereka tampak menyerap data-data yang saya sajikan dan juga tergelitik untuk mencari relevansinya terhadap peran yang akan mereka tekuni dalam dua puluh tahun ke depan, jelas Andi. Kalau untuk kerjasama antara LEMHANAS dan FISIP UNAIR sendiri sedang digagas dan kalau tidak salah nanti dipertengahan Desember akan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara dua instansi tersebut di Jakarta,” pungkas beliau mengakhiri.
Artikel ini mencerminkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-16, Peace Justice and Strong Instituition dan ke-17, Partnership for the Goals. (NA).




