SURABAYA – ADM WEB | Dalam rangka mewujudkan salah satu nilai Tri Dharma Perguruan tinggi yakni Pengabdian Masyarakat, kelompok Kuliah KerjaNyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 2 UNAIR Blawe, sukses menyelenggarakan berbagai program kerja untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Selain itu, program kerja tersebut juga mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Misalnya program kerja Sosialisasi Pendidikan Perkuliahan yang mengimplementasikan salah satu poin Suistanbility Development Goals (SDGs).
Kelompok KKN-BBK 2 UNAIR Blawe yang beranggotakan 10 mahasiswa dengan lintas keilmuan berbeda tersebut meliputi Zidan ( 20), Aqillaning ( 2020), Nabila ( 2020), Ilfiah ( 2020), Amanta ( 2020), Putri ( 2020), Fathurrahman ( 2020), Adelia ( 2020), Andre (FISIP 2020), serta Regina (SIKIA 2020).
Program kerja Sosialisasi Pendidikan Perkuliahan yang diinisiasi oleh Kelompok KKN-BBK 2 UNAIR Blawe tidak hanya meningkatkan citra 51动漫 kepada pihak luar, tetapi program kerja tersebut juga mengajak para warga melek terhadap pentingnya pendidikan.
Zidan, selaku ketua kelompok KKN-BBK 2 Blawe, mengungkapkan alasannya mengadakan program kerja ini. 淢elihat kondisi masyarakat Desa Blawe banyak yang tidak berkuliah. Hal ini dikarenakan masyarakat beranggapan kuliah itu mahal dan sulit, sehingga minat untuk berkuliah menjadi minim, terang Zidan.
Berangkat dari persoalan di atas, kelompok KKN-BBK 2 UNAIR Blawe mengadakan acara sosialisasi yang bertajuk Blawe Goes to Campus. Acara yang berlangsung pada hari Senin, 24 Juli 2023 tersebut sukses menggandeng sejumlah murid SMA/SMK serta para orangtua di Desa Blawe.
Di sisi lain, Adelia, mahasiswi Sosiologi FISIP UNAIR, mengungkapkan pengalamannya di sepanjang acara. 淗al yang paling berkesan adalah ketika para warga terlihat antusias dengan materi yang diberikan. Mereka juga bertanya banyak hal kepada pemateri, papar Adel.
Meski demikian, hambatan dan rintangan tidak luput di balik keberhasilan suatu acara. Minimnya warga yang memiliki anak berusia 16-18 tahun atau setara SMA/SMK membuat partisipan dari pihak orangtua dapat dihitung jari. Selain itu, beberapa partisipan juga hadir terlambat.
Adel tak luput menyampaikanharapannya bagi program kerja tersebut. 淢asyarakat menjadi tidak takut lagi untuk berkuliah dengan alasan biaya ataupun kuliah itu sulit atau juga alasan yang lain, pungkasnya.
Artikel ini mencerminkan poin ke-4 SDGs yang digagas oleh PBB. (DFD).




