51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa FISIP Angkat Isu Krisis Iklim Melalui Video Digital

SURABAYA揂DM WEB | Krisis iklim merupakan salah satu persoalan yang menjadi perhatian dunia saat ini, termasuk Indonesia. Isu krisis iklim terus disuarakan oleh berbagai kalangan, tidak terkecuali oleh mahasiswa. Salah satu mahasiswa , Aulia Thaariq Akbar atau yang akrab disapa Atha, memutuskan untuk terlibat dengan mengangkat isu krisis iklim melalui (LIDM). 

LIDM adalah lomba yang diadakan oleh Kemendikbudristek-RI dan puspresnas dengan tujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan mahasiswa. LIDM memiliki lima divisi yang terdiri dari: (1) Inovasi Teknologi Digital Pendidikan, (2) Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan, (3) Video Digital Pendidikan, (4) Poster Digital Pendidikan, dan (5) Microteaching Digital.

Atha bersama rekan-rekannya, yaitu Tabah Jatmiko dari Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Mochamad Zaenal Fanani dari Studi Kejepangan, dan Nur Annisa Putri dari Hubungan Internasional sepakat untuk mengikuti Video Digital Pendidikan dengan membawa judul Nila Sebelanga. Sebelumnya, Atha pernah mengikuti LIDM 2022 dan lolos hingga tahap pembinaan, tetapi lomba tersebut dibatalkan oleh penyelenggara. 

淜alau ditanya alasan aku ikut lomba video itu ya karena murni aku suka buat video. Di SMA, aku pernah ikut ekskul art divisi film. Waktu kuliah, aku join UKM Cinematography di tahun pertama terus selanjutnya tidak aktif lagi. Terus waktu di BEM, aku juga ambil bagian dalam pembuatan dokumenter, tutur Atha dalam sebuah wawancara daring pada Selasa (9/5/2023).

淜alau di video sendiri, aku sama teman-teman ambil point of view dari masyarakat. Jadi, di situ ada anak kecil yang membeli ikan terus mati. Hal itu berlangsung secara berulang-ulang. Setelah dicari tau, ternyata air yang menjadi media hidup ikan sudah tercemar oleh polusi. Dari situlah kami ambil judul Nila Sebelanga yang berasal dari pepatah karena nila setitik, rusak susu sebelanga, terang Atha.

Asal judul Nila Sebelanga memiliki maksud karena penyebab yang besar, maka rusaklah semua aspek kehidupan hingga bagian yang terkecil, seperti matinya ikan hias yang dipelihara. Menurut Atha, judul Nila Sebelanga selaras dengan sustainable development goals (SDGs) poin ke-13. Selain itu, penyampaian video yang dikemas secara ringan diharapkan dapat diterima oleh semua orang, termasuk masyarakat yang masih awam dengan isu krisis iklim.

Atha juga mendorong teman-teman mahasiswa untuk terus mengeksplor bakat dan minat yang mereka miliki. Menurut Atha, rasa suka menjadi kunci dari konsisten, seperti yang ia lakukan ketika membuat video. 淜alau kita suka sama sesuatu dan bisa buat karya, bisa saja karya kita itu dapat memberikan pesan dan bermanfaat bagi masyarakat, pungkas Atha. 

Artikel ini merefleksikan nilai SDGs ke-4 Quality Education dan ke-13 Climate Action (AS)

AKSES CEPAT