Surabaya – WEB ADM | Mahasiswa Hubungan Internasional UNAIR Lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023. Sebanyak lima mahasiwa FISIP Prodi Hubungan Internasional FISIP UNAIR Lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023.
Lima mahasiswa Prodi Hubungan Internasional yang berhasil lolos pendanaan PKM-RSH, antara lain: Rifqi Dirga Syahputra, Diva Shitarani, Jihan Amirotul Farikhah, Josephine Iris Akexandra, dan Nicko Aryo Bimo. Pada proposal PKM-RSH ini, mereka mengusung judul 淚dentitas Santet City of Java Masyarakar Adat Osing Desa Kemiren Banyuwangi sebagai Branding Cultural Heritage Tourism untuk Merealisasikan SDGs Poin-11.
Dirga sebagai salah satu mahasiswa dari tim yang lolos pendanaan tersebut, menjelaskan bagaimana urgensi penelitian. Ia menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari anggapan bahwa Kota Banyuwangi mempunyai citra buruk karena dikenal sebagai kota 淪antet. Namun ia bersama teman-temannya berpendapat bahwa adanya citra Banyuwangi sebagai kota 淪antet, justru dapat meningkatkan branding Kota Banyuwangi sebagai kota pariwisata yang melokal dan menarik.
淗al tersebut karena realita bahwa Kabupaten Banyuwangi memiliki berbagai macam keindahan objek wisata alam yang melimpah dan memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Kabupaten Banyuwangi yang awalnya dijuluki sebagai 淪unrise of Java lambat laun berubah menjadi 淪antet City of Java. Anggapan Kabupaten Banyuwangi sebagai pusat penyebaran ilmu hitam tentunya menghadirkan pandangan yang menyeramkan. Namun, alih-alih mengubur identitas tersebut, identitas ini digunakan sebagai tagline baru Kabupaten Banyuwangi. 淪antet City of Java yang memiliki makna buruk memiliki potensi besar sebagai branding pariwisata yang melokal dan menarik, tuturnya.
淏erangkat dari situ, kami tertarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana santet menjadi modal bagi identitas pariwisata Desa Kemiren untuk menjadi pariwisata berkelanjutan yang menekankan nilai-nilai pembangunan kota dan masyarakat yang inklusif. Berkaitan dengan konsep SDGs, kami akan mendekonstruksikan bagaimana santet menjadi modal branding pariwisata berkelanjutan dengan model Cultural Heritage Tourism, lanjutnya.
Selain menjelaskan urgensi dan latar belakang penelitian tersebut. Dirga juga menjelaskan tantangan yang mereka hadapi selama menyelesaikan penyusunan proposal PKM-RSH. Tantangan yang dihadapi mulai dari masalah komunikasi, mencocokan jadwal antar anggota tim, serta Menyusun ide Kembali agar sesuai dengan tema PKM.
Namun tantangan-tantangan yang mereka hadapi akhirnya menuai hasil dengan lolos pendanaaan PKM-RSH 2023 淭entunya seluruh anggota merasa kaget, karena hasil pengumuman yang lumayan lama membuat kami cukup kehilangan semangat dan fokus mengerjakan hal yang lain. Namun setelah mengetahui bahwa tim kami lolos pendanaan PKM, kami sangat senang dan bersyukur sehingga bisa melanjutkan penelitian kita dan berharap agar penelitian ini memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, pungkasnya.
Artikel ini merefleksikan nilai dari SDGs point ke-4 dan ke-11. DAA.




