51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mengulik Beberapa Perspektif Mahasiswa FISIP UNAIR dalam Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2023

SURABAYA “ ADM WEB | Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) jatuh pada tanggal 31 Mei 2023. Hari peringatan tersebut ditetapkan  oleh World Health Organization (WHO) sejak tahun 1987 dan merupakan program yang didukung oleh pemerintah. HTTS diperingati dengan tujuan meningkatkan kesadaran bagi masyarakat tentang efek dan pengaruh buruk penggunaan rokok atau tembakau. Tahun ini, WHO merilis tema kampanye œMenanam Pangan, Bukan Tembakau. 

Kampanye HTTS menyerukan kepada para pemangku kebijakan untuk membuat kebijakan dan undang-undang yang sesuai dengan realita saat ini. Industri tembakau sebagai sumber penghasilan komersial belum dapat mengimbangi kerusakan pangan di Indonesia. Masalah lainnya terletak pada kesejahteraan petani yang terjerat akibat ketidakadilan kontrak, terganggunya kesehatan petani akibat intensif inteksida dan bahan kimia beracun, hingga mempekerjakan anak dibawah umur. 

Dalam rangka memperingati HTTS, Habibur Rohman dan Daniel Julio Edward, selaku dua orang mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi berkesempatan untuk memberikan tanggapan terkait peraturan merokok di area kampus. Mereka memberikan pendapat tentang peraturan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) khususnya di lingkungan kampus

œDampak dari penggunaan rokok sendiri sangat masif. Fakta mengenai dampak pada perokok aktif sudah nyata tetapi banyak perokok yang kurang peduli, ujar Habibur Rohman, salah satu mahasiswa .

œAturan tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) sudah ada sejak tahun 2009, dimana salah satunya adalah tempat pendidikan. Akan tetapi hal tersebut kurang ditegaskan saja. Memang sudah ada aturannya tetapi mahasiswa belum bisa mengikuti, lanjutnya.

Daniel Julio Edward, salah satu mahasiswa juga memberikan tanggapan terkait pola hidup sehat. Ia berpendapat bahwa sebaiknya kampus memperhatikan kondisi kesehatan lingkungan dan warga kampus.

œSemoga ke depannya dapat lebih tegas dalam memberlakukan kebijakan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR). Pola hidup sehat bisa jadi sulit diterapkan jika masih ada civitas akademika yang tidak menyadari bahaya merokok, jelas Daniel.

Artikel ini merefleksikan nilai-nilai SDGs poin ke-3 yaitu Good Health and Well Being. (VKE).

AKSES CEPAT