SURABAYA HUMAS | FISIP UNAIR kembali menyelenggarakan kuliah tamu bersama Elo Süld dari University of Tartu pada Jumat (10/02/2023) di ruang A-309. Setelah sebelumnya sukses menggelar kuliah tamu dengan pembicara serupa mengenai Tartar Muslim sebagai suatu etnik minoritas di Rusia, kini Elo Süld kembali mengisi acara dalam Guest Lectures yang bertajuk Prejudices About Islam Muslims in Estonia.
Mengawali acara tersebut, Elo Süld menerangkan latar belakang Islam di Eropa, khususnya Estonia. Elo menyebutkan bahwasannya Estonia merupakan salah satu negara paling sekuler di Eropa, terutama semasa rezim komunis Soviet yang pernah memerintah sejak tahun 1939 hingga 1991. Hal tersebut menyebabkan semua agama dilarang, termasuk segala jenis spiritual dianggap tabu dan mendapat cemooh.
Oleh karena itu, sulit bagi Islam meraih kejayaan jika para pendatang muslim kurang diterima dengan baik. Berbagai persoalan juga kerap menimpa muslim di Eropa.
Mulai dari sulitnya pembangunan masjid, kurangnya ulama dan imam sebagai sarana edukasi spiritual, larangan menggunakan hijab karena dinilai sebagai simbol agama, dan prasangka tentang Islam yang seringkali diasosiasikan sebagai kelompok teroris.
Prasangka tentang Islam yang melakukan kekerasan dan radikal di Estonia dipengaruhi oleh media barat. Elo Süld menambahkan jika media barat tak jarang menyamakan citra seorang muslim mulai dari ras, cara berpikir irasional, dan cara berperilaku yang selalu dikaitkan dengan agama.
Hal tersebut menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat setempat dengan kehadiran para pendatang muslim. Buruknya citra seorang muslim tersebut turut membuat mereka kerap dianggap sebagai musuh.
Maka dari itu, di akhir acara, Elo Süld berharap agar meningkatnya kesadaran tentang budaya dan agama di Estonia sehingga Islam mendapatkan ruang beragama meskipun sebagai minoritas.
Penjelasan tentang geliat Islam dan para pendatang muslim tersebut disambut antusias oleh peserta Guest Lectures. Tidak sedikit yang bertanya mengenai kondisi muslim saat ini di Estonia sehingga acara berjalan dengan lancar dan interaktif.
Artikel ini mencerminkan nilai ke-4 dan ke-16 dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yakni Pendidikan Bermutu serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (DFD).




