51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pentingnya Peringatan Hari Anak Nasional bagi Perkembangan Anak dan Bangsa Indonesia

SURABAYA “ ADM WEB | Setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli. Tahun ini merupakan peringatan Hari Anak Nasional yang ke-39 dengan tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Hari besar nasional ini menjadi momentum yang tepat untuk menyuarakan berbagai isu penting bagi anak-anak Indonesia. Dr. Tuti Budirahayu, Dra., M.Si. selaku dosen memberikan tanggapannya mengenai pentingnya peringatan Hari Anak Nasional bagi perkembangan anak dan bangsa Indonesia.

Anak Adalah Generasi Penerus Bangsa  

Perlu disadari bahwa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang menjadi tumpuan harapan. Tidak hanya tumpuan harapan bagi orang tuanya, melainkan juga bagi bangsa dan negara itu sendiri. Oleh karena itu, kualitas seorang anak perlu ditingkatkan.  

œJadi, memang penting kita mengingat dan memperingati Hari Anak Nasional. Itu tidak sekadar peringatan dan perayaan, tapi juga sejauh mana kita sudah memberikan kesempatan tumbuh dan berkembang anak, pemenuhan hak-hak anak, dan perlindungan kepada anak, ujar Tuti. Ketika anak-anak tidak diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, dampaknya akan dirasakan oleh bangsa dan negara itu sendiri.   

Begitu banyak isu yang sering kali diperbincangkan dalam peringatan Hari Anak Nasional, seperti stunting, kekerasan pada anak, anak-anak yang kecanduan gawai, hingga tidak terpenuhinya hak-hak dasar anak. Menanggapi isu-isu tersebut, orang tua serta masyarakat perlu memberikan upaya terbaik untuk anak-anak, baik dalam segi pendidikan, kesehatan, tumbuh kembang, dan perlindungan.   

Peran Penting Institusi Pendidikan  

Institusi pendidikan, seperti sekolah dan perguruan tinggi memiliki peran dan kontribusi untuk mengatasi isu-isu dalam peringatan Hari Anak Nasional. Tugas pokok institusi pendidikan adalah mendidik anak-anak agar memiliki pengetahuan yang baik dan berkualitas sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul untuk masa depan yang lebih baik.  

Menurut Tuti, jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah tempat yang sesuai untuk mengatasi isu-isu tersebut. Kedua jenjang tersebut merupakan masa yang tepat bagi anak-anak untuk mendapatkan hak-haknya, seperti mendapatkan pendidikan, perlindungan, dan kesehatan. Namun ironisnya, masih banyak kasus kekerasan dan perundungan yang terjadi pada anak-anak di jenjang SD atau SMP. Tentu saja pendidikan yang layak, aman, dan nyaman merupakan salah satu dari sepuluh hak anak yang wajib dipenuhi.   

Peran Mahasiswa FISIP UNAIR   

Mahasiswa FISIP UNAIR juga memiliki peran penting dalam menyuarakan dan mendukung penyelesaian berbagai isu dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional. Mahasiswa FISIP UNAIR dapat memilih isu yang relevan dengan bidang ilmu masing-masing, misalnya memberikan sosialisasi mengenai kesadaran akan hak-hak anak.  

œAnak-anak itu sebenarnya bukan individu yang menjadi obyek yang diperintah (oleh orang tua), dimarahi atau disuruh ini dan itu saja, melainkan mereka juga menjadi subyek yang perlu dihargai keberadaannya, sehingga perlu diciptakan dialog yang baik antara anak dengan orang tua atau orang dewasa. Tujuannya agar anak-anak tidak saja dapat menghargai orang lain, tetapi juga menghargai dirinya sendiri, dengan diberikannya ruang untuk berbicara dan suara mereka didengar, ujar Tuti.   

Artikel ini merefleksikan poin ke-4, dan 16 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Quality of Education dan Peace, justice and strong institutions. (AA)  

AKSES CEPAT