51动漫

51动漫 Official Website

Pelatihan Budidaya dan Penyebaran Bibit TOGA Tim PPK Komikat Konservasi SIKIA UNAIR ke Masyarakat Desa Tamansari

BERITA SIKIA – Pelatihan budidaya dan penyebaran bibit tanaman obat keluarga (TOGA) tim ke masyarakat Desa Tamansari pada Sabtu (26/8/2023) di Kantor Desa Tamansari, Licin, Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri oleh (BPP) Glagah, Kelompok Konservasi, , PPL Tamansari, beserta para Kepala Dusun dari Desa Tamansari. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan koordinasi bersama mitra yang telah diselenggarakan Juli lalu.

Aktivitas Tim PPK Komikat Konservasi SIKIA merupakan wujud empat poin sekaligus yaitu, ke-3 tentang kehidupan sehat dan sehjahtera, ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, dan ke-15 tentang menjaga ekosistem daratan.

Materi yang disampaikan oleh Ikomatun selaku BPP Glagah mengenai TOGA. Mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, jenis, serta urgensi mengapa TOGA perlu dibudidayakan 

淭anaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tumbuhan yang ditanam oleh keluarga di lingkungan sekitar rumah (pekarangan) yang mempunyai khasiat penyembuhan dan pertolongan pertama sebagai apotek hidup, ucapnya.

Foto: Tim

Baca juga:

TOGA menjadi sumber pembelajaran edukatif dalam pembentukan karakter dan prinsip kemandirian dalam upaya pengobatan keluarga. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun, kulit batang, buah, biji, dan akarnya. Keberadaan TOGA apa saja yang bisa dijumpai di kawasan Desa Tamansari antara lain rosella, cakar ayam, jahe, temulawak, kumis kucing, dan bunga telang.

Tanaman cakar ayam (Selaginella doederleinii) dapat dimanfaatkan sebagai obat infeksi saluran nafas akibat batuk, serak, dan radang amandel. Cara memanfaatkannya sangatlah mudah. Cukup cuci bersih tanaman cakar ayam kering sebanyak 15-30 gram. Lalu rebus di atas api kecil bersama 5 gelas air selama 3-4 jam. Setelah itu, air rebusan tadi sudah bisa dikonsumsi.

Media Tanam untuk perbanyakan TOGA

Pemaparan materi selanjutnya dibawakan oleh Dani Prayogo selaku perwakilan Geopark Ijen yang turut hadir pada hari itu. Pemuda yang konsen dibidang budidaya tersebut memberikan pemaparan materi bagaimana cara menanam dan memperbanyak TOGA. Beliau menjelaskan pengelolahan lahan atau media tanam merupakan salah satu unsur penting dalam budidaya. 

Praktek penanaman TOGA
Foto: Tim

“Media tanam yang baik harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti tidak mengandung bibit hama dan penyakit, bebas gulma, mampu menampung air, tetapi juga mampu membuang atau mengalirkan kelebihan air. Tanah yang baik memiliki kelembaban yang cukup, tidak menggumpal dan berpori sehingga akar bisa tumbuh dan berkembang menembus media tanam dengan mudah.” ucapnya.

Dalam budidaya media tanam yang cocok dan mudah didapatkan untuk memperbanyak TOGA, yaitu tanah. Masyarakat dapat mengolah tanah di sekitar rumah atau pekarangannya untuk dimanfaatkan sebagai lahan TOGA. Perbanyakan tanaman dapat diperoleh dengan cara menanam rimpang, stek batang, ataupun tanaman anakan.

Beliau juga menjelaskan bagaimana menyiapkan media tanam sederhana. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  1. Siapkan tanah yang gembur dan subur. 
  2. Siapkan kompos matang dan usahakan tidak menggumpal.
  3. Siapkan sekam atau arang sekam.
  4. Aduk ketiga bahan tersebut dengan komposisi campuran adalah 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam (2 : 1 : 1).
  5. Siapkan pot atau polybag lalu masukkan campuran tersebut ke dalamnya. 
  6. Media tanam sudah siap digunakan.

Acara dilanjut dengan penanaman TOGA bersama dan serta tamu undangan yang hadir pada hari itu. Tim PPK Komikat Konservasi SIKIA UNAIR juga membagikan beberapa bibit tanaman obat keluarga kepada kelompok konservasi dengan harapan dapat mempraktikkan langsung budidaya TOGA di pekarangan rumahnya. 

Penulis: Gilang Avrilio Akbari

Editor: Avicena C. Nisa

AKSES CEPAT