Selamat kepada seluruh warga Surabaya!
Berita UNAIR Pascasarjana, Jumat 03 Maret 2023 – Tepat di Hari Peduli Sampah Nasional, 28 Februari 2023 menjadi momen membanggakan bagi masyarakat kota Surabaya dengan diterimanya Penghargaan Adipura Kencana.
Surabaya berhasil menjadi satu-satunya kota metropolitan yang menerima piagam kategori tertinggi ini dengan penilaian di atas standart. Rosa Vivien Ratnawati, SH., M.Sc, Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) menyatakan penilaian untuk kategori ini cukup sulit. Bahwa Adipura saat ini tidak hanya dilihat secara fisik, tetapi juga menyoroti bagaimana suatu kota sudah menyusun kebijakan strategi daerah yang menjadi dasar, disesuaikan dengan amanat Peraturan Presiden (PP) No. 97 Tahun 2017 tentang Jaktranas atau Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Sampah Sejenis Sampah dalam Rumah Tangga. Selain itu juga adanya TPA harus sanitary landfill, kapasitas pengelolaan sampah paling tidak 75%, juga ruang terbuka hijau, lanjutnya.
Perlu diketahui, Program Adipura sejatinya adalah program pembinaan terhadap kota-kota supaya kotanya menjadi bersih dan teduh. Adipura adalah insentif untuk kota-kota yang telah melaksanakan penjagaan lingkungan dengan baik. Salah satunya juga terhadap konsistensi kepemimpinan kepala daerah dan pemerintah daerahnya dalam membangun partisipasi aktif, menselaraskan pertumbuhan ekonomi hijau, fungsi sosial dan fungsi ekologis dengan menerapkan prinsip good governance.

Kondisi ini kemudian dilihat secara makro oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR kaitannya dengan ambisi kolektif bangsa di tahun 2045. Menurut Prof Badri, ambisi ini tidak akan tercapai bilamana kota-kota yang ada di Indonesia atau megacities tidak terkelola dengan baik khususnya terkait lingkungan. Jika melihat visi Surabaya maju, humanis, dan berkelanjutan dengan gotong royong, apa yang dilakukan Walikota Surabaya dengan menggerakkan semua komponen khususnya masyarakat, adalah untuk bertanggung jawab atas lingkungannya masing-masing juga termasuk memberikan semangat serta rasa kepemilikan menjaga kota Surabaya, ucapnya. Harapannya pun ekosistem terkait dengan membuat kota Surabaya menjadi lebih hijau dan berkelanjutan dapat menjadi best practices yang bisa ditularkan ke kota atau kabupaten lain di seluruh Indonesia.
Masih dalam kacamata akademik, Pakar Lingkungan ITS, Prof. Ir. Joni Hermana., MScES., Ph.D mengungkapkan bahwa Adipura menjadi sebuah terobosan yang luar biasa karena dengan demikian kota dituntut untuk betul-betul memikirkan siklus sampah dari awal sampai akhir. Terlepas dari itu, penilaian ini jelas menjadi keunggulan Surabaya sebab Surabaya menjadi satu satunya kota metropolitan yang mampu mengelola sampahnya menjadi energi, seperti yang terjadi di TPA Benowo. Perjalanan panjang ini pun dapat merubah paradigma waste to energy.
Penghujung diskusi Airlangga Forum ke-123 ini, Agus Hebi Djuniantoro, ST., MT, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menghaturkan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat, dan bahwa capaian ini menjadi bukti dalam pergerakan 10 tahun terakhir, dalam usaha membentuk warga masyarakat yang peduli sampah.




