51

51 Official Website

AIRFOR 126 : Kemitraan Internasional, Manfaat Bagi Kemajuan Bangsa

AIRFOR 126 Kemitraan Internasional, Manfaat Bagi Kemajuan Bangsa

Berita UNAIR Pascasarjana, Selasa 28 Maret 2023 – Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan, suatu institusi pendidikan juga perlu melakukan kemitraan internasional. Airlangga Forum ke-126 berkesempatan untuk berbincang seputar hal tersebut, bersama para narasumber yang akan melakukan kegiatan staff outbound ke Negeri Gajah Putih pekan depan selanjutnya.

            Di tingkat universitas, bentuk kemitraan internasional terintegrasi di kantor Airlangga Global Engagement. Mereka bertugas menjembatani institusi internasional untuk menjalin kerjasama dengan 51. Namun, tidak berhenti di level universitas, seluruh program studi diekspetasikan berkontribusi sama, termasuk di Sekolah Pascasarjana.

            Prof. Theresia Indah Budhy, drg., M.Kes, Ketua Koordinator Program Studi Magister Imunologi menyampaikan, dengan adanya kemitraan internasional, baik mahasiswa dan dosen jadi memiliki pengalaman internasional.  Menurutnya, pengalaman tersebut sedikit banyak akan memberikan sumbangan kepercayaan diri pada diri mereka.

            Bentuk nyata dari kemitraan internasional yang telah dan terus diupayakan oleh Magister Imunologi adalah kuliah tamu terkait sistem kekebalan itu sendiri, baik pada manusia dan hewan, respon imun terhadap penyakit dan infeksi, juga nutrisi, yang diisi oleh pakar luar negeri. Selain itu ada pula bentuk lain seperti World Immunology Day, International Conference Postgraduate School, Summer School, bahkan double degree.

            Jejak kemitraan yang telah dibangun Magister Imunologi memanglah lebih banyak jika kita bandingkan dengan program studi selanjutnya. Magister Ekonomi Kesehatan. Dikoordinatori oleh Dr. Ni Made Sukartini, SE., Msi., MIDEC, beliau menyatakan walaupun prodi baru, sehingga baru mulai menapaki kemitraan, paling tidak yang diprioritaskan untuk kerjasama nanti adalah penguatan dan pemantapan Tri Dharma.

            Dalam hal pendidikan, mengundang dosen luar negeri pada kuliah tamu terkait isu ekonomi dan kesehatan. Kemudian di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat juga banyak sekali kolaborasi internasional yang dapat dilakukan. Pun, dari aktivitas-aktivitas tersebut harapannya pengalaman berinteraksi, kolaborasi, dan bekerjasama ini akan membawa manfaat dalam proses pembelajaran dan bisa meningkatkan kualitas diri menuju ranking yang lebih baik serta menguntungkan di level institusi bahkan negara.

            Tidak hanya program studi saja yang menjajaki kemitraan internasional, ternyata hal yang sama dilakukan oleh Satuan Penjaminan Mutu. Salah satu misi penjaminan mutu adalah menjalin kerjasama dalam menjalankan aktivitas penjaminan mutu baik pendidikan, penelitian maupun pengmas, kerjasama nasional maupun internasional. Prof. Dr. Nunuk Dyah Retno Lastuti drh., MS, Ketua Satuan Penjaminan Mutu Sekolah Pascasarjana UNAIR menyambung.

Salah satu target dari Strategic Performance Management System, platform dari Badan Pengembangan dan Perencanaan UNAIR menargetkan pada seluruh fakultas untuk menjalin kerjasama internasional.

Luaran yang menjadi target adalah: 1) Meningkatkan kualitas pendidikan dengan benchmarking dan kuliah tamu, double degree, dan konferensi internasional 2) Penelitian, research kolaborasi internasional 3) Pengabdian masyarakat internasional. Menurutnya, ketiga bentuk tersebut sejatinya menjadi salah satu cara dalam menambah wawasan global bagi lulusan.

            Sebagai penyempurna topik obrolan kali ini, staf Unit Kemitraan Internasional Sekolah Pascasarjana UNAIR, Shafyra Amalia Fitriany S.Sosio berkesempatan membagikan cerita seputar pekerjaan utama yang ditangani unitnya. Kami berkonsentrasi pada pengelolaan hubungan internasional antara Sekolah Pascasarjana UNAIR dengan universitas maupun institusi lain baik secara akademik maupun kerjasama administrasi internasional, ungkapnya. Lebih lanjut, beberapa tugas yang dicakup adalah mencari dan mengevaluasi potensi mitra internasional, menjadi unit bantu elemen-elemen lain di dalam fakultas untuk pengembangan prodi, mendorong mobilitas internasional, juga mengelola program kerjasama internasional.

            Kemitraan internasional untuk kemanfaatan bangsa sendiri sejatinya lekat dan saling mengisi. Bagaimana bisa? Dirinya mengungkapkan contohnya saja kuliah tamu atau summer school, topik yang dipilih biasanya disesuaikan dengan situasi (problematika) terkini di Indonesia, sehingga dari hasil diskusi, satu atau dua dapat menjadi solusi atau sekedar membantu kita berpikir bagaimana pemecahan masalahnya.

            Pun demikian dengan benchmarking ke universitas lain ditujukan untuk mencari tahu perbedaan dan perbandingan. Hal ini dapat memicu cara yang lebih baik dari universitas sebagai institusi pendidikan untuk terus meningkatkan kualitasnya. Untuk itu, sebagaimana kunjungan yang akan dilakukan ke Thailand mendatang, tepatnya Chulalongkorn University dan Mahidol University, merupakan salah satu cara memperluas jaringan internasional untuk membuka peluang pertukaran dan pendalaman keilmuan serta kualitas program studi yang akan berdampak pada dosen dan mahasiswa.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

   

AKSES CEPAT