Kediri, Mei 2025 “ Dalam langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dan pengembangan kawasan berkelanjutan, Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ (SPs UNAIR) bersama Perum Perhutani Jawa Timur resmi memperkenalkan An Nahl Eco Science Technopark (ANEST). Terletak di Desa Joho, Kediri, ANEST merupakan kawasan terpadu yang memadukan riset unggulan, wisata alam edukatif, dan pengabdian masyarakat dalam satu ekosistem harmonis.
Kawasan Riset Lebah untuk Terapi HIV/AIDS dan Penyakit Ginjal
Salah satu keunggulan utama ANEST adalah pengembangan pusat riset lebah, khususnya untuk produksi propolis yang telah dipatenkan dan dikembangkan bersama Tropical Disease Center UNAIR. Riset ini difokuskan pada manfaat propolis dalam terapi HIV/AIDS dan gangguan ginjal, menjadikan ANEST sebagai pusat bioteknologi lebah pertama yang berorientasi pada pengobatan penyakit tropis di Indonesia.
Potensi Ekspansi Hingga 100 Hektar
Dengan luas awal dan potensi pengembangan hingga 100 hektar, ANEST dirancang sebagai pusat eco-health tourism berkelanjutan. Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat riset, tetapi juga menghadirkan:
-
Zona edukatif dan wisata alam
-
Klinik herbal berbasis terapi alami
-
Fasilitas arsitektur ramah lingkungan, berbahan bambu dan kayu lokal
-
Program pemberdayaan masyarakat dan pelibatan komunitas lokal
Kolaborasi Global dan Lokal
Inisiatif ini juga didukung oleh akademisi internasional, salah satunya Prof. Stephen dari Rumania, yang ikut berperan dalam memperkuat fondasi global kawasan ini. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi nyata antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam membangun model sustainable science park berbasis potensi lokal.
œANEST menjadi tonggak penting kebangkitan wilayah Mataraman melalui inovasi, riset unggulan, dan penguatan ekowisata berkelanjutan. “ SPs UNAIR
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




