Badrodin Haiti: Reformasi Polri Mendesak, Minta Solusi Komprehensif UNAIR Soal Pendidikan hingga Organisasi
Anggota Tim Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Tan Sri Drs. Badrodin Haiti, menegaskan bahwa tim reformasi hanya memiliki waktu tiga bulan untuk menyusun rekomendasi perbaikan fundamental Polri. Kondisi ini membuat masukan komprehensif dari akademisi, terutama 51动漫 (UNAIR), menjadi sangat penting.
Pernyataan tersebut disampaikan Badrodin Haiti dalam Keynote Speech kedua pada Diskusi Publik dan Penyampaian Aspirasi: Agenda Reformasi Kepolisian Republik Indonesia yang digelar di Gedung ASEEC Tower, Kampus B UNAIR, Kamis (27/11/2025).
Mendorong Reformasi Karena Cinta pada Institusi Polri
Menurut Badrodin Haiti, keinginan memperbaiki Polri lahir dari rasa cinta masyarakat terhadap institusi tersebut. Polri dinilai berperan strategis karena terkait langsung dengan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, dan keagamaan.
Ia mencontohkan hasil pertemuan Tim Reformasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di mana banyak persoalan penanganan konflik agama yang perlu diperbaiki. Beberapa kasus menunjukkan bahwa polisi tidak bertindak optimal dalam melindungi hak konstitusional warga.
Badrodin Haiti menyampaikan bahwa polisi merupakan cerminan masyarakat. Namun, memperbaiki seluruh masyarakat adalah hal yang mustahil. Karena itu, lembaga penegak hukum harus menjadi teladan perubahan.
淩eformasi dari dalam itu pasti agak sulit karena larut di dalam budaya sistem itu sendiri. Karena itu kami mengharapkan masukan dari Bapak Ibu. Sampaikan apa adanya, tegasnya.
Fokus Perbaikan: Pendidikan, Pengawasan, dan Kultur Organisasi
Badrodin Haiti menekankan bahwa banyak persoalan Polri bersumber dari kultur yang terbentuk melalui pendidikan dan pengawasan. Ia mempertanyakan aspek mana yang paling membutuhkan pembenahan: pendidikan, organisasi, instrumen hukum, atau sistem pengawasan.
Budaya komando, loyalitas berlebihan pada pimpinan, dan sisa-sisa kultur militeristik dinilai masih menjadi penghambat profesionalisme. Hal ini berpotensi mengabaikan aturan hukum dan menguatkan praktik yang tidak sesuai dengan prinsip kepolisian modern.
Ia menegaskan bahwa Tim Reformasi hadir di UNAIR bukan untuk berdiskusi internal, melainkan membuka ruang aspirasi publik yang dapat menjadi rekomendasi strategis bagi Presiden.
UNAIR sebagai Mitra Strategis Penyusun Rekomendasi
Badrodin Haiti menilai masukan dari komunitas akademik UNAIR sangat penting. Masukan tersebut akan diproses dalam sidang pleno Tim Reformasi dan menjadi dokumen resmi yang diserahkan kepada Presiden.
淢asukan dari semua stakeholder di sini adalah kesempatan emas. Setelah kami olah, akan diserahkan kepada Presiden, ujarnya.
Ia menutup sesi dengan mengingatkan bahwa momentum ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar publik turut menentukan masa depan Polri melalui gagasan yang konstruktif dan berbasis data.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




