51

51 Official Website

BANJIR BUKAN GENANGAN, BENCANA KOK LANGGANAN, PAKAR BENCANA UNAIR BICARA

Pakar Bencana UNAIR bicara tentang La Nina dan Bencana Hidrometeorologi

Berita UNAIR Pascasarjana, Kamis,30 Januari 2025 Belum hilang dalam hangatnya ingatan tentang Surabaya dilanda banjir saat hujan yang mengguyur selama2 jam, padahal pembangunan gorong-gorong (Box Culvert) secara masif terlihat nyata, kini datang berita Jakarta dikepung banjir di beberapa titik kota.

Bencana hidrometeorologi akrab kita mendengar istilah ini saat ini, sebuah fenomena alam yang terjadi berkaitan dengan lapisan atmosfer, hidrologi dan oceanografi yang berpotensi membahayakan, merusak dan menyebabkan hilangnya nyawa penduduk.

Dr. Hijrah Saputra, ST., M.Sc. pakar bencana Sekolah Pascasarjana UNAIR menyampaikan bahwa La Nina, sebuah fenomena yang berasal dari suhu permukaan samudra pasifik tropis bagian tengah dan timur lebih dingin dibandingkan suhu normal. Hal ini menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia mengalami suhu yang lebih dingin dari biasanya dan meningkatnya curah hujan.

Dengan kondisi La Nina menyebabkan curah hujan berbeda dari kondisi normal, sehingga akan menyebabkan intensitas yang lebih besar dan ini sangat penting, termasuk menyebabkan bencana hidrometerorologi sepeti Banjir, tanah longsor, angin dan cuaca ekstrim ini bencana satu kesatuan. jelasnya.

Antisipasi terhadap fenomena diatas perlu dilakukan, pakar bencana UNAIR ini menjawab hal pertama adalah dengan Meningkatkan kesadaran masing-masing bahwa kita hidup atau berada di wilayah yang rawan bencana, poin kedua adalah dengan Meningkatkan kolaborasi antara pemerintah akademisi dan stakeholder termasuk media karena sebagai alat komunikasi dan yang paling penting edukasi kepada masyarakat tidak hanya dilapisan menengah keatas tapi sampai menengah kebawah.

Dr. Hijrah Saputra, ST., M.Sc. menenkankan, Bila ini adalah bencana yang bersifat periodik, maka seharusnya pemerintah memiliki cara dan strategi untuk beradaptasi dengan menguatkan mitigasi kebencanaan, dirinya menyampaikan Bagaimana kita menjaga alam, memperbaiki saluran drainase, selokan dan sungai, serta harus sadar bahwa kita berada di wilayah rawan bencana dan kita hidup bersama bencana, dengan meningkatkan kesadaran kita akan bisa menjadi bangsa yang tangguh dalam menghadapi bencana.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT