BRIDA Jatim Dorong Inovasi Daerah Lebih Agresif, Targetkan Penguatan Hulu-Hilir Riset
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menggarap ekosistem inovasi secara lebih agresif. Fokus penguatan diarahkan pada penyelesaian persoalan di sektor hulu dan hilir riset. Hal ini disampaikan oleh Kepala BRIDA Jatim, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., saat meninjau booth para inovator dalam acara Temu Bisnis bertema 淜ajian Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah sebagai Fondasi Jatim Innovation Connect di ASEEC Tower, Kampus B UNAIR, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, kolaborasi BRIDA, Sekolah Pascasarjana UNAIR, dan KADIN Jatim bertujuan memetakan potensi riset agar mampu terintegrasi dan terhilirisasi, sehingga memberikan dampak ekonomi nyata bagi Jawa Timur.
Fokus pada Kebutuhan dan Kecepatan
Dalam penjelasannya, Dr. Andriyanto mengungkapkan dua tantangan fundamental dalam membangun ekosistem inovasi daerah. Tantangan pertama berada pada sisi hulu, yaitu penelitian dan pengembangan.
Ia menegaskan bahwa banyak riset akademik belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pengguna atau pasar. “Ada dua permasalahan. Pertama, di hulu. Riset yang dilakukan belum tentu menjawab kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Tantangan kedua terletak pada sisi hilir. Meskipun riset telah sesuai kebutuhan, proses komersialisasi seringkali terhambat oleh regulasi, investasi, atau kesiapan industri. Menurutnya, percepatan komersialisasi riset merupakan poin penting yang perlu ditangani secara serius.
Inovasi sebagai Investasi Jangka Panjang
BRIDA Jatim kini mengambil peran strategis sebagai penghubung antara inventor dan investor. Dr. Andriyanto menegaskan bahwa paradigma inovasi harus bergeser dari sekadar biaya menjadi investasi jangka panjang.
淚novasi itu bukan cost, tapi investment. Oleh karena itu, cost-nya harus diminimalisir agar investment-nya bisa cepat balik, jelasnya.
Salah satu langkah konkret BRIDA adalah pembangunan platform yang menghubungkan peneliti, inovator, dan pelaku industri. Melalui platform tersebut, hasil riset diharapkan tidak berhenti pada publikasi atau laboratorium, tetapi benar-benar diuji, dikembangkan, dan diadopsi dunia usaha.
Dalam forum Temu Bisnis ini, ia berharap muncul roadmap komprehensif yang mencakup pendanaan, regulasi, uji coba lapangan, hingga integrasi dengan marketplace sebagai jalur hilirisasi.
Jatim sebagai Hub Inovasi Nasional
Dr. Andriyanto menutup dengan optimisme. Ia menargetkan Jawa Timur menjadi Hub Inovasi Nasional yang agresif, dengan manfaat inovasi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita berharap Jatim akan menjadi Hub Inovasi Nasional yang agresif, di mana inovasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi dan inventor kita betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




