51

51 Official Website

Bupati Lamongan Berbagi Jurus Jitu Wujudkan Indonesia Emas 2045 dari Daerah

Peran kepemimpinan daerah sebagai garda terdepan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 menjadi sorotan utama dalam kuliah tamu bertajuk Kepemimpinan Daerah Mewujudkan Indonesia Emas 2045: Studi Inovasi Pelayanan Publik di Lamongan. Acara yang digelar oleh Sekolah Pascasarjana 51 (UNAIR) ini menghadirkan Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK., sebagai pembicara utama.

Yuhronur memaparkan bahwa visi Indonesia Emas 2045, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yakni menjadi negara maju, sejahtera, dan berbasis sains, tidak akan terwujud tanpa peran vital daerah. Ia menekankan bahwa pemimpin daerah harus mampu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan wilayah dan kualitas sumber daya manusia hingga ketimpangan akses layanan dasar. Di sisi lain, bonus demografi dan transformasi digital menjadi peluang besar yang harus dioptimalkan.

Dua Perspektif Kepemimpinan: Normatif dan Berbasis Nilai

Bupati Yuhronur membedah kepemimpinan daerah dari dua perspektif utama:

  1. Perspektif Normatif Berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah memiliki tiga fungsi utama:

    • Memberikan layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

    • Melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang berdaya saing.

    • Memberdayakan masyarakat agar aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan.

  2. Perspektif Berbasis Nilai (Value-Based Legacy) Seorang pemimpin tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi harus menjadi figur inspiratif. Nilai-nilai seperti integritas, transparansi, keadilan, dan orientasi pada kepentingan publik harus menjadi fondasi setiap keputusan. Nilai-nilai ini bersifat strategis untuk mencegah dekadensi moral dan memastikan dampak keputusan berskala luas.

Lamongan: Laboratorium Pembangunan Menuju Indonesia Emas

Yuhronur mencontohkan implementasi kedua perspektif kepemimpinan tersebut melalui Kabupaten Lamongan, yang strategis sebagai penyangga Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, dan Lamongan). Ia memaparkan beberapa program unggulan:

  • Transformasi Ekonomi: Program Yakin Sukses Semua Data (YSS) dan Yakin Entrepreneur Sukses (YES) mendorong UMKM dan sektor unggulan, termasuk industri maritim dan agrikultur.

  • Pembangunan SDM: Program Lamongan Nyantri, Lamongan Generasi Emas, dan Perintis Pendidikan Berkualitas dan Gratis mencetak generasi sehat, cerdas, dan kompeten. Inovasi menarik termasuk Sekolah Rakyat, yang menyediakan pendidikan gratis dan makanan bergizi bagi anak dari keluarga kurang mampu.

  • Inovasi dan Pelayanan Publik: Program Satu Sepuluh Seratus (paket bantuan makanan untuk 10 anak selama 100 hari) dan Home Care Service terintegrasi menjadi contoh sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Yuhronur menekankan bahwa sinergi antara program daerah dan program nasional, seperti Asta Cita dari Presiden terpilih, Nawa Cita Satya dari Gubernur Jawa Timur, dan Panca dari Lamongan, menjadi kunci keberhasilan implementasi hingga tingkat paling bawah.

Dampak Nyata dan Pengakuan Prestasi

Berbagai data menunjukkan hasil nyata dari kebijakan inovatif Lamongan:

  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Kategori tinggi, melampaui rata-rata Jawa Timur.

  • Angka Stunting: Turun drastis dari 27% (2022) menjadi 6,9% (2024).

  • Kemiskinan dan Pengangguran: Terus menurun, sementara pertumbuhan ekonomi konsisten.

Lamongan juga menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama delapan tahun berturut-turut dan dinilai sebagai daerah inovatif oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Kepemimpinan yang berlandaskan pada dua perspektifnormatif dan berbasis nilaiadalah fondasi untuk mendorong kemajuan. Ini bukan hanya soal menjalankan tugas, tetapi menciptakan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat,” tutup Yuhronur.

Sebagai penutup, Bupati Lamongan dua periode ini menegaskan:

Kepemimpinan modern bukan hanya administrator birokrasi, tetapi juga aktor strategis dalam membentuk masa depan daerah. Dengan berpegang pada nilai, menjalankan tugas konsisten, dan terus berinovasi, Lamongan bisa menjadi contoh kontribusi daerah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT