Perjalanan Haru Menuju Gelar Doktor
Ruang Ujian Terbuka Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR), Jumat (05/12), menjadi saksi momen penuh haru saat Dr. H. Adrid Indaryanto, S.H., M.M., dinyatakan lulus sebagai Doktor ke-114 Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Ujian terbuka ini tidak hanya menandai keberhasilan akademis, tetapi juga perjalanan emosional yang sarat makna.
Doa Ibu yang Selalu Menguatkan
Dalam pidato kesannya, Dr. Adrid tidak dapat menyembunyikan rasa haru. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan bahwa kelulusannya merupakan buah dari doa yang terus dipanjatkan ibunya sejak lama.
Ia mengenang setiap usai salat berjamaah, sang ibu selalu mendoakannya: 淢udah-mudahan kamu jadi orang ber-enak, mudah-mudahan kamu jadi orang besar.
Doa itu menjadi sumber kekuatan yang membimbing langkahnya hingga mencapai puncak pendidikan formal.
Tidak hanya itu, Dr. Adrid juga menyinggung pengorbanan sang istri, Fitri Munaficha, yang tidak dapat hadir karena menjaga anak mereka. Menurutnya, dukungan keluarga adalah pilar utama yang membuatnya mampu menyelesaikan studi doktoralnya.
Peran Para Guru Besar dalam Perjalanan Akademik
Dalam penelitiannya berjudul 淧enguatan Perilaku Kewirausahaan Teknologi Pekerja Pariwisata Melalui Efikasi Diri dan Literasi Digital di Bali, Dr. Adrid didampingi oleh dua tokoh penting:
-
Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE. (Promotor)
-
Dr. Yetty Dwi Lestari, S.E., M.T. (Ko-Promotor)
Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kesabaran dan bimbingan keduanya dalam setiap tahap revisi dan penyempurnaan disertasi. Proses panjang yang ia jalani, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun ketelitian ilmiah.
Puncak Perjuangan yang Menginspirasi
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. H. Jusuf Irianto dan dihadiri para penguji serta guru besar lainnya. Dr. Adrid dinyatakan lulus dengan predikat 淪angat Memuaskan.
Pidatonya menjadi pengingat bahwa gelar doktor bukan hanya diselesaikan dengan kecerdasan akademik, tetapi dengan ketabahan, bimbingan para guru, pengorbanan keluarga, dan doa yang tidak pernah putus.
Dengan kelulusannya, Dr. Adrid resmi menjadi Doktor ke-114 Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia UNAIR, membawa harapan bahwa ilmu yang ia peroleh dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




