Surabaya, 2 Juli 2025 “ Hutan Mangrove Wonorejo di pesisir timur Surabaya menjadi saksi komitmen nyata lintas negara dalam menjaga kelestarian bumi. Puluhan peserta Summer School ke-5 Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ (UNAIR) dari 36 negara turun langsung melakukan penanaman mangrove, sebagai bagian dari program Community Development yang menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam aksi lingkungan.
Didampingi pimpinan UNAIR dan pengelola ekowisata setempat, para peserta terlebih dahulu menyusuri aliran sungai dengan kapal kayu, menikmati ekosistem mangrove yang asri, sebelum tiba di lokasi utama kegiatan. Mereka disambut langsung oleh Prof. Dr. Rr. Sri Pantja Madyawati, drh., M.Si., Wakil Direktur II SPS UNAIR, serta Irjen Pol (Purn) Dr. Dra. Juansih, S.H., M.Hum., sebagai bentuk dukungan institusional terhadap pelestarian lingkungan pesisir.
Suara Dunia untuk Mangrove: Menjaga yang Menjaga Kita
Dalam sesi refleksi sebelum penanaman, Ana Penteado, delegasi dari The University of Notre Dame, Australia, menyampaikan pandangannya tentang urgensi hutan mangrove dalam menghadapi krisis iklim:
œThese trees, if they could talk, would say they are a natural refill station”protecting us from floods, erosion, and climate disaster. They are the frontline defense of the coastal environment, ujarnya.
Ia menekankan bahwa sedimentasi alami yang dihasilkan pohon bakau menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan berbagai ekosistem pesisir yang rapuh akibat tekanan lingkungan global.
Dukungan Lokal, Harapan Global
Djoko Suwondo, Pengelola Ekowisata Mangrove Wonorejo, menyambut hangat keterlibatan mahasiswa dan akademisi UNAIR.
œPenanaman pohon bakau ini sangat berarti bagi pesisir timur Surabaya yang secara geografis lebih rendah dan rentan abrasi. Terima kasih kepada 51¶¯Âþ dan para pesertanya yang telah turut menyelamatkan kawasan ini, ungkapnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini menjadi inspirasi luas, tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga sebagai gerakan masyarakat untuk menjaga bumi secara nyata.
Merayakan Kepedulian dalam Kebersamaan
Usai menanam ratusan bibit mangrove, suasana akrab dan hangat menyelimuti para peserta dalam jamuan makan siang bersama di gazebo bambu, berlatar belakang hutan mangrove dan semilir angin laut. Di meja-meja kayu sederhana namun sarat makna, para peserta saling berbagi kisah, budaya, dan mimpi bersama tentang masa depan lingkungan yang lebih baik.
UNAIR: Akademik yang Membumi, Lingkungan yang Dihargai
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Summer School UNAIR tidak hanya menjadi ruang pertukaran akademis, tetapi juga medium aksi nyata dalam isu-isu keberlanjutan (sustainability). Dengan mengintegrasikan community engagement ke dalam program internasional, UNAIR mengokohkan posisinya sebagai kampus berkelas dunia yang tidak hanya mencetak intelektual, tetapi juga pemimpin yang peduli dan bertindak.
œMenanam pohon hari ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi bagian dari komitmen global: kita semua bertanggung jawab untuk meninggalkan bumi yang lebih baik dari yang kita terima, pungkas Prof. Sri Madyawati.




