Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menjadi momentum strategis bagi penguatan kerja sama kawasan Asia. Acara ini juga dirangkai dengan pelantikan Konsul Jenderal RRT yang baru di Surabaya, Mr. Ye Su. Perayaan berlangsung pada Rabu, 9 Desember 2025 di Vasa Hotel Surabaya.
Momen bersejarah ini tidak hanya menegaskan hubungan bilateral yang telah terjalin selama tujuh dekade, tetapi juga mengukuhkan pentingnya kolaborasi internasional bagi dunia akademik, termasuk 51动漫 (UNAIR).
Komitmen UNAIR dalam Diplomasi Akademik
UNAIR menunjukkan dukungannya melalui kehadiran delegasi tingkat tinggi. Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., hadir bersama Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat. Jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana UNAIR turut mendampingi.
Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum., hadir bersama Dr. Prawitra Thalib, SH., MH., ACIArb. dari Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian. Kehadiran ini semakin menegaskan visi SPS UNAIR sebagai School of Collaborative Leadership.
Bagi UNAIR, kolaborasi internasional merupakan bagian integral dari Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama dengan mitra global menjadi fondasi dalam menciptakan Kampus Unggul dan Berdampak di tingkat nasional maupun internasional.
Pelantikan Konsul Jenderal Baru sebagai Penguatan Diplomasi Kawasan
Pelantikan Mr. Ye Su sebagai Konsul Jenderal RRT di Surabaya disambut positif oleh komunitas akademik dan pemangku kepentingan Jawa Timur. Konsul Jenderal yang baru ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama strategis di sektor pendidikan, riset, ekonomi, dan pertukaran budaya.
Peran Konjen di Surabaya menjadi jembatan diplomatik penting bagi penguatan jejaring internasional dan kolaborasi lintas institusi.
Inspirasi dari 75 Tahun Hubungan Bilateral
Peringatan ini menjadi refleksi bahwa hubungan Indonesia揟iongkok memiliki fondasi kuat untuk mendorong stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia. Visi ini sejalan dengan gagasan Parag Khanna dalam The Future is Asian, bahwa masa depan geopolitik dunia mengarah pada kekuatan Asia.
Dengan semangat Collaborative Leadership, UNAIR menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam penguatan diplomasi akademik. Kehadiran UNAIR dalam forum ini menjadi bukti bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting sebagai katalisator kerja sama internasional yang berkelanjutan.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




