51动漫

51动漫 Official Website

Doktor ke-117 PSDM UNAIR Tegaskan Keteguhan Intelektual dalam Pengembangan SDM Indonesia

Ruang Ujian Doktor Terbuka lantai II Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) menjadi saksi puncak perjalanan akademik Ir. Heru Subiyantoro, S.T., M.MT., Jumat (2/1/2026). Dengan keteguhan sikap dan argumentasi ilmiah yang matang, Heru berhasil mempertahankan disertasinya dan resmi dikukuhkan sebagai Doktor ke-117 Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan predikat sangat memuaskan.

Sidang terbuka tersebut dipimpin oleh Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., yang juga dikenal sebagai pakar kebijakan publik. Dalam forum akademik tersebut, Heru mempresentasikan disertasi berjudul 淧engaruh Compensation Terhadap Job Performance: Efek Mediasi Job Creativity dan Job Engagement Serta Efek Moderator Labor Skill Status.

Ujian Intelektual dan Ketahanan Mental

Lebih dari sekadar forum akademik, sidang doktoral ini merefleksikan perjalanan panjang yang sarat dengan tekanan mental dan pengorbanan personal. Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si., selaku Promotor, menegaskan bahwa studi doktoral bukan hanya menguji kecerdasan intelektual, tetapi juga ketahanan psikologis dan finansial.

Menurutnya, mahasiswa S3 kerap dihadapkan pada tekanan sosial yang berat, mulai dari ekspektasi lingkungan hingga tuntutan waktu penyelesaian studi. Beban tersebut sering kali menjadi ujian emosional yang tidak kalah berat dibandingkan proses riset itu sendiri.

Meski demikian, Dr. Karnaji menilai Heru mampu menjawab tantangan tersebut dengan kualitas riset yang aplikatif dan relevan. Ia menegaskan bahwa disertasi Heru tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan memiliki potensi menjadi rujukan praktis dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Riset SDM yang Relevan dan Aplikatif

Di bawah bimbingan Dr. Karnaji sebagai Promotor dan Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog sebagai Co-Promotor, Heru mengembangkan kajian yang menempatkan kompensasi tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai pemicu kreativitas dan keterikatan kerja.

Temuan riset ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan SDM, khususnya dalam memahami hubungan antara kompensasi, kreativitas kerja, dan performa karyawan di tengah dinamika pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Gelar Doktor sebagai Tanggung Jawab Moral

Dalam pidato penutupnya, Heru menegaskan bahwa gelar doktor bukanlah titik akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab moral yang lebih besar. Ia memandang ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian yang harus berpijak pada nilai etika, moral, dan humanisme.

Heru berharap hasil risetnya tidak hanya tersimpan di rak perpustakaan, tetapi mampu menjadi solusi nyata bagi tantangan pengembangan SDM di Indonesia. Ia juga mengajak para akademisi untuk menjadikan pencapaian akademik sebagai motivasi untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Pengukuhan Doktor ke-117 PSDM UNAIR ini menjadi penanda bahwa integritas akademik, meski ditempa oleh tekanan mental dan pengorbanan materi, tetap dapat diraih melalui keteguhan intelektual dan komitmen terhadap ilmu pengetahuan.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT