51动漫

51动漫 Official Website

Esti Nalurani dan Paradoks Ilmu: Semakin Tinggi, Semakin Merasa Kurang

Perjalanan akademik kerap dipersepsikan sebagai proses mengumpulkan jawaban. Namun, bagi Esti Nalurani, S.Sos., M.M., menuntaskan pendidikan doktoral justru menjadi ruang kontemplasi untuk menemukan semakin banyak pertanyaan. Di balik toga dan gelar doktor yang kini disandangnya, tersimpan refleksi mendalam tentang kerendahan hati: bahwa hakikat ilmu bukan terletak pada ketinggian posisi intelektual, melainkan pada kesadaran atas keterbatasan diri.

Refleksi tersebut mewarnai Ujian Doktor Terbuka Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR), yang digelar pada Rabu (14/1/2026) di Gedung Putih Sekolah Pascasarjana UNAIR. Dalam sidang tersebut, Esti berhasil mempertahankan disertasi berjudul 淢odel Pengembangan Innovative Work Behavior yang dibentuk oleh Self Efficacy, Entrepreneur Competency, Innovation Readiness Level, dan Perceived Organizational Support.

Di hadapan pimpinan sidang Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si., Esti dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan, sekaligus mencatatkan diri sebagai doktor ke-118 yang dilahirkan oleh Prodi PSDM Sekolah Pascasarjana UNAIR.

Melampaui Ego Akademik

Dalam penyampaian kesan dan pesan yang sarat emosi, Esti menegaskan bahwa proses riset doktoralnya telah membentuk ulang cara pandangnya terhadap makna intelektualitas. Ia mengakui bahwa semakin tinggi capaian akademik, justru semakin besar tanggung jawab moral untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

淭ingginya ilmu yang kita raih itu bukan menjadikan kita semakin tinggi, tetapi justru membuat kita makin sadar bahwa kita ini serba kekurangan. Semakin banyak membaca, saya semakin merasa banyak kurangnya, tutur Esti dengan suara bergetar.

Perjalanan akademik tersebut tidak lepas dari bimbingan Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog selaku Promotor dan Dr. Tuwanku Aria Auliandri, S.E., M.Sc. sebagai Ko-Promotor. Dengan gaya reflektif, Esti menyebut dirinya sebagai 渁nak nakal dalam proses bimbingan攕ebuah metafora atas sikap kritis dan kegigihannya dalam berdialog akademik, yang pada akhirnya justru memperkaya kualitas disertasinya.

Anomali Dukungan dan Kemandirian Inovatif

Dari sisi substansi keilmuan, disertasi Esti memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kewirausahaan, khususnya di lingkungan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Penelitian ini mengonfirmasi bahwa self-efficacy, kompetensi kewirausahaan, dan kesiapan inovasi merupakan fondasi utama lahirnya perilaku kerja inovatif.

Namun, temuan yang paling menonjol sekaligus provokatif adalah terkait perceived organizational support. Esti menemukan bahwa dukungan organisasi yang terlalu dominan justru berpotensi melemahkan otonomi, keberanian mengambil risiko, dan kemandirian pengusaha muda. Alih-alih mendorong inovasi berkelanjutan, dukungan berlebih dapat menciptakan ketergantungan yang menghambat kreativitas.

Temuan ini menjadi kritik konstruktif bagi organisasi kewirausahaan agar menata ulang sistem pendampingan secara proporsional攎enguatkan kapasitas individu tanpa mengikis daya juang dan inisiatif personal.

Belajar Tanpa Titik Akhir

Inspirasi dari Esti tidak berhenti pada pencapaian gelar doktor. Di tengah proses penyelesaian studi S-3, ia ternyata juga tengah menempuh pendidikan S-1 Psikologi dan dijadwalkan menjalani sidang skripsi pada bulan yang sama.

Semangat lifelong learning tersebut menegaskan bahwa bagi Esti, gelar akademik bukanlah titik akhir, melainkan sarana untuk memperluas kontribusi keilmuan dan sosial. Keberhasilannya sebagai doktor ke-118 Prodi PSDM UNAIR tidak sekadar menjadi catatan statistik, tetapi simbol lahirnya akademisi yang berani menguji kemapanan teori demi kemajuan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

Sidang pun ditutup dengan suasana haru ketika Esti menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan kolega yang ia sebut sebagai 渒orban ke-ngeyel-an selama proses akademik berlangsung攕ebuah penutup yang manusiawi bagi pencapaian intelektual yang prestisius.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT