Ketua Peminatan Pemberdayaan Perempuan S2 PSDM SPS UNAIR beri tips percepat penurunan angka stunting
Berita UNAIR Pascasarjana, Selasa 14 Maret 2023 – Selasa 14 Maret 2023 Tim penggerak PKK Provimsi Jawa Timur menggelar acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-51 dan Jambore Kader PKK Provinsi Jatim di Hotel Grand Whizz TrawasGubernur Khofifah, saat menyampaikan arahan motivasi, memberikan penguatan konvergensi utamanya kepada Perwakilan BKKBN Jawa Timur sebagai leading sektor aksi percepatan penurunan stunting. Khofifah minta BKKBN Jawa Timur mengawal penurunan stunting bersama mitra kerja.
淭idak hanya berfokus pada faktor sensitif dan faktor spesifik saja, tetapi ada faktor lain yang juga perlu diperhatikan, yaitu cinta kasih kepada anak, tegas Khofifah.
Menurutnya, pengawalan penurunan stunting dimulai dari remaja. Perubahan mindset pada remaja akibat era globalisasi menjadi tantangan kita bersama, sehingga perlu pendampingan agar remaja bisa memahami tentang hidup sehat.
Selain itu, mendampingi ibu hamil agar melahirkan bayi yang sehat dan tumbuh kembang anak dengan memberikan cinta kasih yang cukup. Tidak hanya sampai anak usia lima tahun, tetapi enam tahun. 淢uaranya adalah mewujudkan ketahanan keluarga yang harmonis, sejahtera, lahir dan batin, tutup Khofifah.
Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Dr Andriyanto SH MKes, Ketua Peminatan Pemberdayaan Perempuan, S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sekolah Pascasarjana UNAIR, dimana saat peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2023 (25/01/2023) yang mengambil tema ‘Konsumsi Protein Hewani Akan Mempercepat Penurunan Stunting.’ Nah, dalam konteks sarapan menjadi penting.
Kenapa (sarapan penting)? Karena nutrisi otak sejatinya ada 2 yaitu glukosa dan oksigen. Oksigen akan sampai pada otak apabila anak minum dalam jumlah yang cukup. Anak yang dehidrasi maka pasokan oksigennya berkurang ke otak sehingga tidak bisa konsentrasi,” jelas Ketua Pimpinan Pusat Asosiasi Nutrisionis Indonesia (ASNI) DPP Persagi
“Kedua, glukosa. Glukosa adalah nutrisi otak yang harus disampaikan kepada otak supaya otak bekerja maksimal. Glukosa adalah makan, sehingga seorang yang pada malam hari ketika bangun di pagi hari maka di dalam tubuhnya akan kekurangan glukosa,” sambungnya.
Dirinya mengatakan, ketika anak-anak terburu-buru hendak ke sekolah dan melewatkan sarapan, maka pada saat di sekolah, nutrisi otak atau glukosa tidak ada. Sehingga otak tidak bisa bekerja secara maksimal.
“Bahan bakarnya otak itu glukosa. Maka sangat penting sekali sarapan,” tegasnya.

Sosok pria yang dipercaya memimpin Badan Riset Daerah Provinsi Jawa Timur ini mengungkapkan, sarapan yang baik adalah sarapan dengan komposisi gizi seimbang. Di dalam isi piring anak itu tentunya ada sumber karbohidrat, sumber protein baik hewani maupun nabati, maupun sumber zat pengatur.
“Nah pada konteks stunting, sebelum usia 21 tahun pada laki-laki dan 19 tahun perempuan maka diperlukan tambahan protein hewani. Karena protein hewani, seperti telur, susu, daging, dan ikan banyak mengandung zinc,” paparnya.
“Dan fungsi dari zinc itu sendiri adalah sebagai katalisator tumbuh kembang anak. Sehingga bisa disimpulkan kalau dia kekurangan zinc maka tumbuh kembang anak menjadi terhambat dan itu akan menjadi stunting,” imbuhnya.
Dirinya menuturkan, jika sumber protein hewani tidak hanya susu, telur, dan daging, tapi juga ikan yang sering dilupakan. Padahal ikan tinggi sekali kandungan zinc dan harga ikan relatif lebih murah.
“Ada lele, pindang asin, wader, dan lain sebagainya,” tambahnya.
sebagai penegas, poin utama peringatan Hari Gizi Nasional adalah bagaimana meningkatkan keterampilan ibu-ibu sebagai garda terdepan, dalam mengolah makanan sedemikian rupa yang protein hewaninya banyak diberikan kepada anak-anak.




