Sharen Gracia Amanda, seorang mahasiswi pascasarjana Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di 51动漫 (UNAIR), bukan hanya bergelut dengan tumpukan buku dan tugas akademik. Di balik kesibukan menyusun tesis dan persiapan yudisium, ia menorehkan prestasi gemilang yang mengharumkan nama almamater di kancah internasional. Tak tanggung-tanggung, Sharen berhasil membawa pulang empat medali emas dari dua festival paduan suara bergengsi, yakni 14th Bali International Choral Festival 2025 (BICF) dan Malaysian Choral Eisteddfod 2024 (MCE).
Perjuangan di Tengah Tuntutan Akademik
Sharen memulai kecintaannya pada dunia tarik suara sejak bangku sekolah dasar, terinspirasi oleh ibundanya yang juga seorang anggota paduan suara. Perjalanannya terus berlanjut hingga akhirnya ia bergabung dengan paduan suara di UNAIR. Baginya, paduan suara bukan sekadar hobi, melainkan passion yang terus tumbuh berkat bimbingan para pelatih yang andal.
Sebagai satu-satunya perwakilan dari Sekolah Pascasarjana UNAIR, perjuangan Sharen menghadapi BICF dan MCE bukan perkara mudah. Ia harus pandai-pandai membagi waktu antara kewajiban akademik yang menuntut perhatian penuh dan latihan vokal yang intensif.
淟atihan setiap hari, dan yang terpenting menjaga kesehatan suara serta badan, tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan dan latihan agar Indeks Prestasi (IP) tidak menurun.
Dalam BICF, Sharen tampil memukau dengan membawakan dua lagu, “I’m in Love With the Monster” dan “Risalah Hati,” yang mengantarkannya meraih Gold Medal Level I di kategori Vocal Group. Tak berhenti sampai di situ, performanya di MCE juga membuahkan hasil luar biasa dengan perolehan tiga medali emas sekaligus: dari kategori Equal Voices, Mixed Youth, dan Folklore. Di festival ini, ia membawakan enam lagu, termasuk “Der Brautigam,” “S酶k Herren,” “Resignation,” serta lagu-lagu nusantara seperti “Gema Nusantara III,” “Kicir-Kicir,” dan “Cing Cangkeling.”
Dukungan dan Motivasi yang Menguatkan
Keberhasilan Sharen tidak lepas dari dukungan penuh orang-orang terdekatnya. Keluarga dan teman-teman di pascasarjana selalu memberikan dukungan moral yang tak pernah putus.
淪angat mendukung, selalu memberikan support mental dan lainnya. Orang-orang di pasca juga mendukung agar aku mendapatkan gold medal, ungkap Sharen.
Rasa bangga menyelimuti hatinya, terlebih karena ia mampu membuktikan bahwa kesibukan akademik, termasuk persiapan tesis dan yudisium, bukanlah penghalang untuk meraih prestasi non-akademik.
淭idak ada tantangan yang melebihi kita. Kalaupun ada tantangan, pasti ada jalannya.
Itulah kata-kata motivasi yang selalu dipegang teguh oleh Sharen. Ia berharap, kisah inspiratifnya dapat memotivasi mahasiswa pascasarjana lainnya untuk terus berkarya dan menyumbangkan prestasi bagi almamater.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




