51

51 Official Website

IFI gandeng SPS UNAIR gelar parade film pendek dan diskusi di Malam Berbagi Ide

La Nuit Des Idees Surabaya, Kamis 2 Maret 2023

Bonjour! 

Berita UNAIR Pascasarjana, Kamis 2 Maret 2023 – Sekolah Pascasarjana 51 terlibat dalam gelaran tahunan jaringan Institut Francais seluruh dunia. Tema kali ini adalah La Nuit Des Idees yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Malam Ide.

Diselenggarakan serentak bersama partner-partner terpilih di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, topik yang dibahas pada kesempatan ini adalah terkait tantangan evolusi demografi yang akan dirangkai dalam acara pemutaran film bekerjasama dengan festival internasional MegaCities-ShortDoc dan talkshow. 

Pemutaran film bertajuk MEGACITIES: Sustainable Cities and Challenges menyajikan sebanyak 16 karya film pendek dokumenter seleksi festival MegaCities-ShortDoc tahun 2022 Desember lalu. Secara mengejutkan, terdapat 3 karya pemenang asal Indonesia. Adapun setelah sesi pemutaran film selesai, hasil vote menunjukkan 2 karya diantaranya yakni They dont need to know dan The Rain Collector menjadi favorit penonton Surabaya.  

Masuk pada sesi talkshow, narasumber pertama, Sandra Vivier, Direktur Institut Francais Surabaya berbicara mengenai Lyon, From Industrial to Green City. Seperti banyak kota industri di seluruh dunia, Lyon (kota yang terletak di tengah-tengah Prancis) menghadapi tantangan lingkungan yang serius, seperti polusi udara dan air, bising, dan kerusakan lingkungan lainnya. Akibatnya, pada akhir abad ke-20, kota ini memulai transformasi menuju kota hijau yang lebih berkelanjutan.  

Tidak hanya menyajikan wawasan aktual secara internasional, Lina Puryanti, PhD, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya UNAIR turut membagikan keilmuannya dengan melihat bahwa perkembangan kota tidak hanya dari atas ke bawah, tetapi juga gerakan solidaritas dari lingkup terkecil yang disebut kampung dengan asas kebersamaan membangun desa atau kota menjadi tempat yangg nyaman bahkan dengan perbedaan suku agama dan ras. Kampung Peneleh pun dipilihnya menjadi salah satu kampung yang cocok mendeskripsikan hal tersebut. 

Entusiasme terhadap acara ini sungguh luar biasa. 85 peserta dari berbagai fakultas dan jenjang studi di 51 memenuhi isi ruangan. Bahkan acara ini berhasil memberikan iklim belajar internasional karena menghadirkan salah satu narasumber berkebangsaan Prancis dan juga diikuti beberapa mahasiswa student exchange.  

AKSES CEPAT