Di tengah upaya Indonesia memperkuat ketahanan dan kedaulatan kesehatan nasional, Program Studi Magister Imunologi Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ (UNAIR) mengambil langkah strategis melalui penguatan jejaring riset internasional. Pada Selasa (20/1/2026), delegasi UNAIR melanjutkan rangkaian agenda hari kedua kunjungan resmi di Medical University of GdaÅ„sk (MUG) dan University of GdaÅ„sk, Polandia.
Kunjungan ini mengusung semangat School of Collaborative Leadership sebagai fondasi untuk menjembatani penguatan sains lokal dengan standar global. Delegasi dipimpin oleh Koordinator Program Studi Magister Imunologi, Prof. Viskasari Pintoko Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D., didampingi tenaga kependidikan Fitri Dianitasari, S.Hum., M.Hum. Agenda ini diarahkan untuk memastikan pengembangan keilmuan imunologi di Indonesia memiliki daya saing dan relevansi internasional.
Sinergi Lintas Disiplin dan Kepemimpinan Kolaboratif
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan pertemuan intensif di bidang bioteknologi pada pukul 09.00, dilanjutkan dengan peninjauan Fakultas Biologi pada pukul 10.00. Sinergi lintas disiplin ini diperluas melalui kunjungan ke Fakultas Manajemen pada pukul 12.00 guna mempelajari tata kelola institusi riset yang adaptif dan berorientasi global.
Pendekatan ini mencerminkan komitmen Sekolah Pascasarjana UNAIR untuk mengintegrasikan keunggulan keilmuan imunologi dengan sistem manajerial modern. Integrasi tersebut dinilai krusial agar riset tidak berhenti pada publikasi akademik semata, tetapi dapat ditransformasikan menjadi solusi konkret bagi ketahanan kesehatan bangsa.
Meja Diplomasi Akademik untuk Kemandirian Bangsa
Puncak agenda hari kedua berlangsung dalam sesi Meeting “ Collaboration Possibilities yang digelar di Gedung 13 lantai 1, ruang konferensi nomor 23 Medical University of GdaÅ„sk. Diskusi strategis ini membahas peluang kerja sama konkret, mulai dari program pertukaran staf dan mahasiswa, guest lecturer, hingga penyusunan academic peer lists sebagai fondasi kolaborasi riset jangka panjang.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci dari kedua institusi, antara lain Prof. Viskasari P. Kalanjati, Ph.D. (Profesor Departemen Anatomi dan Histologi FK UNAIR), Prof. Michał Pikuła, M.Sc., Ph.D. (Wakil Direktur First MUG Doctoral School), Prof. Dr. Kamil Chwojnicki (Wakil Dekan Fakultas Kedokteran MUG), Karolina Derda (Departemen Hubungan Internasional MUG), serta Fitri Dianitasari, S.Hum., M.Hum. dari Sekolah Pascasarjana UNAIR.
Forum ini menjadi meja diplomasi akademik yang menegaskan bahwa penguatan kedaulatan kesehatan tidak dapat dilepaskan dari jejaring global yang setara dan berkelanjutan.
Benchmarking Fasilitas Riset Berstandar Dunia
Selain diskusi strategis, delegasi UNAIR juga melakukan benchmarking fasilitas pendukung riset dan internasionalisasi. Kunjungan diawali ke Welcome Point sebagai pusat komunikasi lintas budaya, dilanjutkan dengan guided tour ke Perpustakaan Utama pada pukul 12.30 dan Departemen Bahasa pada pukul 13.00.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan fasilitas kesehatan mutakhir di University Clinical Centre (UCK) pada pukul 13.30. Fasilitas ini menjadi contoh konkret integrasi riset, pendidikan, dan layanan kesehatan dalam satu ekosistem akademik yang kokoh.
Menuju Kemandirian Riset Imunologi Nasional
Langkah diplomasi sains di Gdańsk ini menegaskan posisi Sekolah Pascasarjana UNAIR sebagai institusi yang proaktif membangun kemandirian bangsa melalui jalur akademik. Melalui kolaborasi dengan pusat-pusat keunggulan bioteknologi Eropa, Magister Imunologi UNAIR diarahkan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan kolaboratif dalam menjawab tantangan kesehatan global.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang UNAIR dalam memperkuat ekosistem riset imunologi nasional, sekaligus memastikan Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi kesehatan, tetapi turut berperan sebagai produsen pengetahuan dan inovasi di tingkat dunia.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




